CERPEN: Presidennya Pahpoh Menterinya Ngahngoh

SAYA tinggal di sebuah negara yang katanya subur makmur dan adil dan sejahtera. Namanya Republik Antahberantah. Negara saya memang kaya. Kaya sumber daya alam, budaya dan kaya apa saja. Tapi anehnya, rakyatnya miskin. Hanya pemimpin, pejabat dan wakil rakyat saja yang kaya raya.Dari hasil korupsi.

Waktu itu saya dan teman-teman dari Fakultas MIPA sedang santai di Taman FMIPA. Masih pagi. Udara sejuk. Dosen tidak masuk. Jadi, ada jam kosong.

“Teman-teman, daripada jam kosong, bagaimana kalau kita ngobrol-ngobrol di taman saja?” usul Donny Parera yang wajahnya mirip Rinto Harahap itu.

“Boleh-boleh. Soal politik,ekonomi,sosial,olah raga…..?” tanya Sandra Nakagawa yang peranakan Jepang dan bermata sipit itu.

“Apa saja,deh!” saya menimpali.

“Oke deh. Bagaimana pendapat teman-teman kita soal presiden kita, Si Mister Pinokio?” Ujang Purnama mulai melemparkan bahan obrolan.

“Ya, semua orang tahu kalau dia itu bimbang, peragu, tidak tegas, cuma ngomong doang, suka curhat, suka menangis.Hmmm,apa lagi,ya?” komentar Budi Santoso.

“Saya tambahi deh.Dia itu presiden gagal. Ekonomi gagal. Sekitar 70% perekonomian dikuasai kapitalis asing.Sekitar 70% kekayaan alam dinikmati kapitalis asing. Sekitar 70% gedung-gedung bertingkat di Jakarta dikuasai asing. BUMN-BUMN dijual murah. Sahamnya diobral dan lebih murah daripada harga lemper.” komentar Suci Handayani yang jago matematika itu.

“Saya tambahi,deh.Di bidang penegakan hukum juga gagal. Banyak koruptor dihukum ringan. Bahkan dibebaskan. Tidak berani mencopot para pimpinan penegak hukum yang tidak becus menegakkan hukum. Mafia hukum dan mafia kasus tetap merajalela,” Sandra Nakagawa menambahi pendapatnya beberapa saat yang lalu.

“Apalagi soal sembako. Cabai mahal, menteri perdagangannya menyuruh rakyat menanam cabai. Menteri pertaniannya menyuruh rakyat tidak mengonsumsi cabai dua-tiga hari…” komen Siska yang keturunan WNI China itu.

“Ha ha ha….” semua teman-teman di Taman FMIPA tertawa.

“Ada lagi yang lucu. Mulai Maret-April mobil pribadi harus memakai BBM Special yang harganya ditentukan pasar internasional yang terus naik. Bisa dibayangkan betapa kacaunya nanti di dalam pelaksanaan. Salah-salah banyak yang menimbun BBM Regular dan kemudian dijual secara diam-diam. Akibatnya terjadi kelangkaan BBM,” Maskanu Aswan, aktivis Fakultas MIPA menimpali.

“Ada lagi yang lucu. Katanya, ujian nasional yang banyak menimbulkan stres dan bahkan bisa menimbulkan bunuh diri, dikatakan sebagai sistem pendidikan nasional yang baik. Mungkin, semakin yang banyak yang bunuh diri, semakin berkualitas,ya?” itu pendapat Yogie Yogama sambil makan pisang goreng.

“Ha ha ha…..Gara-gara pemerintah tidak punya uang, maka perguruan tinggi negeri disuruh cari uang sendiri. Akibatnya, kita-kita ini bayar uang kuliaah mahal sekali,” keluh Suci Handayani.

Ketika sedang asyik-asyik ngobrol, datang Parto Prabowo, teman satu fakultas juga. Dia berasal dari Kota Bojonegoro, Jawa Timur. Diapun akhirnya ikut ngobrol-ngobrol. Sesudah memesan segelas kabang hijau hangat, diapun turut berpendapat.

“Negara kita itu sudah salah kaprah sejak awal. Tidak punya strategi untuk menjabarkan tujuan. Coba bandingkan dengan Jepang.Negara ini tidak punya biji besi, tapi mampu memproduksi motor dan mobil dan bahkan menguasai pasar iinternasional. Sedangkan negara kita yang kaya biji besi, bisanya cuma merakit motor dan mobil,” kata Parto Prabowo.

“Iya,sih. Sebenarnya negara kita ini kaya raya. Sayang, kita punya presiden kurang cerdas dan mau didikte negara asing.Kita ini bangsa yang tidak punya kedaulatan ekonomi sebab 70% perekonomian dikuasai asing. Tidak punya kedaulatan hukum sebab banyak undang-undang dibuat atas pesanan kapitalis asing,” Siska urun rembug.

Acara ngobrol agak terganggu sebentar sebab ada mahasiswa mengendarai motor lewat di depan kami. Suara knalpotnya keras sekali, meledak-ledak hingga memekakkan telinga. Sesudah suasana tenang, kamipun ngobrol-ngobrol lagi.

“Apa sih yang tidak amburadul? Pemilu amburadul, ekonomi amburadul, hukum amburadul, sosial amburadul, pendidikan amburadul, alat-alat militer amburadul, sistem politik amburadul, olahraga hancur…Hancur deh…Hancur semua…!,”  Budi Santoso berkomentar, setengah berteriak dan membanting buku-bukunya ke rumput taman. Mungkin jengkel sekali.

“Mana mungkin negara kita, Republik Antahberantah bisa maju? Lha, wong presidennya ‘pah-poh’ dan menteri-menterinya ‘ngah-ngoh’” kata Parto Prabowo. Tentu, komennya mengundang tanya teman-teman yang bukan orang Bojonegoro.

“Apa tuh ‘pah-poh’? Ata tuh ‘ngah-ngoh’?” beberapa teman hampir bersamaan bertanya.

“Ha ha ha….Pah-poh itu berasal dari kata “opa-opo” yang artinya ‘tidak bisa apa-apa’. Sedangkan ‘ngah-ngoh’ berasal dari kata ‘plonga-plongo’ atau bengong atau bego,” Parto Prabowo menjelaskan dengan penjelasan singkat.

“Oh, pantaslah. Presiden kita bisanya cuma ngomong-ngomong indah. Tetapi hasilnya tidak ada. Atau tidak signifiikan,” kali ini saya yang memberi komentar.

“Setuju! Menteri-menterinya juga tidak mampu mencari solusi yang signifikan,” Maskanu Aswan memberi komentar untuk kesekian kalinya.

Sekitar pukul 10:00 WIB, Siska mentraktir teman-teman untuk membeli es kajang hijau dan jajanan. Kamipun meneruskan obrolan sambil minum dan makan jajanan yang rasanya lezat sekali.

Satu jam kemudian, obrolan selesai. Semua tertawa teringat istilah “pah-poh” dan “ngah-ngoh” yang sebelumnya dicapkan Parto Prabowo.

“Ha ha ha…Presiden kita memang ‘pah-poh’” Suci tertawa sambil menuju ke ruang kuliah.

“Apalagi, menteri-menterinya ‘ngah-ngoh’…” Maskanu menambahi.

“Ha ha ha….,” semua tertawa dan semua masuk ke ruang kuliah menuju tempat duduk masing-masing.

Kuliah tentang Teori Quantum-pun segera dimulai.

Sumber foto: gudangnyacerita.blogspot.com

Catatan:

Rakyatnya “wahwoh” atau “ngowah-ngowoh” (cuma bisa heran saja).

 

Hariyanto Imadha

Penulis cerpen

Sejak 1973

https://fsui.wordpress.com

 

 

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: