CERPEN: Akhirnya Presiden dan Wakil Presiden Tewas Tertembak

YOGYAKARTA. Saya yang pernah memperdalam ilmu metafisika di fakultas filsafat merasa beruntung karena ilmu ini ternyata banyak manfaatnya. Metafisika ada di mana-mana. Ada di dalam konteks agama, klenik, mistik, filsafat, ilmu pengetahun, dan lain-lain.

Namun ilmu metafisika di dalam konteks filsafat adalah ilmu yang mempelajari bahasa alam dan bahasa sosial. Cara kerjanya mirip ilmu statistik. Yaitu berdasarkan data atau fakta kemudian dibuat prediksi.

“Memangnya metafisika bisa membuat prediksi?” Momos bertanya kepada saya. Saat itu saya sedang duduk-duduk santai di taman milik Universitas Terbuka, Yogyakarta. Di samping Momos juga ada Rini, Shanty, Dedeh, Taufik, Bambang, Djoko dan lain-lain. Mereka adalah teman sekampus saya di Fakultas MIPA.

“Bisa. Metafisika bukan ilmu kira-kira seperti yang dipersepsikan orang selama ini. Ilmu metafisika ada metodologinya. Ada cara berlogikanya. Bahkan mantan Presiden America, Abraham Lincoln pernah berkata, bahwa janganlah kita menilai apa yang tampak di mata kita (fisika), tetapi lihatlah apa yang terjadi di balik kejadian yang tampak di mata kita (metafisikaa), ” saya menjelaskan.

“Kalau begitu, bagaimana prediksi Harry mengenai politik negeri kita di masa mendatang ?” Shanty ingin tahu.

“Begini. Munculnya fenomena Ponari itu tidak terjadi secara kebetulan. Tuhan melalui bahasa alam dan bahasa sosial selalu memberi sinyal-sinyal kepada manusia tentang apa yang akan terjadi. ” Saya mulai menerangkan.

“Lantas?” Rini yang manis itu ingin tahu.

“Begini. Ponari itu ada maknanya, yaitu (po)litik (na)sional (ri)cuh. Artinya, pelaksanaan pemilu akan terjadi kericuhan. Apalagi banyaknya kasus manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Saya yakin penggandaan atau manipulasi DPT itu dilakukan oleh parpol menengah dan oknum KPU. Di samping itu, Indonesia memang belum profesional di dalam pengelolaan database.”

Kemudian saya lanjutkan.

“Soalnya, untuk mengajukan capres, parpol harus memiliki paling sedikit 25 persen suara secara nasional. Parpol menengah ini sangat ketakutan. Apalagi ada rencana dua parpol besar akan berkoalisi. Kalau dua parpol berkoalisi, tentu bisa meraih suara minimal 50 persen. Sisanya yang 50 persenakan diperebutkan puluhan parpol menengah dan kecil. Atas dasar itulah ada satu parpol menengah melakukan manipulasi data.”

Saya berhenti bicara sebentar. Saya minum Coca Cola yang segar. Lantas, kata saya lagi.

“Caranya, menyogok oknum KPUD yang tentu tidak akan menolak uang. Kalau KPU memang benar-benar punya DPT yang akurat, seharusnya DPT itu dibagikan ke semua parpol dan diumumkan juga secara online di website KPU” Saya berbicara berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Ilmu metafisika memang harus berbicara berdasarkan fakta. Bukan berdasarkan ilmu kira-kira.

“Terus, akan ada kejadian apa lagi?” Dedeh sangat ingin tahu.

“Ya, tentu terjadi kericuhan setelah pemilu legislatif nanti. Nanti kalian akan melihat kekacauan yang luar biasa di negara kita ini. Bukan tak mungkin ada beberapa kantor KPU dirusak atau dibakar massa. Bukan tidak mungkin banyak orang terluka atau tewas karena berdemo dan harus adu jotos atau lempar batu dengan para petugas keamanan. ” Saya memberikan prediksi yang memiliki tingkat probabilitas yang tinggi. Statistikpun harus memiliki probabilitas.

“Lantas, apa makna tewasnya pasien Ponari akibat berdesak-desakan itu?” Taufik ingin tahu. Wajahnya serius sekali.

“Tewasnya pasien akibat berdesak-desakan menggambarkan adanya persaingan yang sangat ketat antar capres. Nanti ada pihak ketiga yang akan campur tangan memanfaatkan situasi” Lagi-lagi saya membuat prediksi. Prediksi ini juga ditunjang intuisi atau indera keenam yang saya miliki sejak kecil.

“Siapa itu pihak ketiga?”, Bambang penasaran.

“Pihak ketiga yaitu beberapa snipper atau penembak jitu. Mereka adalah orang-orang bayaran. Mereka akan menembak capres tertentu hingga tewas”. Saya berhenti bicara sebentar.

Setelah meminum beberapa teguk Coca Cola, sayapun melanjutkan bicara.

“Sesudah itu, cawapresnyapun ditembak. Situasi chaos, panik, kacau balau akan mewarnai negeri ini. ” kata saya.

“Wah, kalau begitu, bagaimana ya solusinya nanti?” Shanty yang anaknya menteri sosial ini penasaran.

Sebenarnya acara membuat prediksi bukan hal yang baru bagi saya. Tanggal, bulan dan tahun meninggalnya ibu saya juga pernah saya prediksikan dengan tepat. Sekitar 15 tahun sebelum Megawati terpilih sebagai presiden, saya sudah menulis kata Presiden Megawati di kamar kos saya.

Saya juga berhasil menafsirkan ramalan Jayabaya bahwa Indonesia akan dipimpin oleh lima orang presiden dengan masa jabatan yang lama dengan nama akhir NoTo<spasi>NaGoRo. No yaitu Soekarno atau Koesno dan To adalah Soeharto.

Sedangkan <spasi> artinya ada lima presiden yang masa jabatannya pendek. Yaitu, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY dan presiden terlantik 2009 nanti.

Indonesia akan mulai masa keemasan mulai presiden dengan nama akhir NaGoRo dan saat presiden dengan nama akhir Ro, maka Indonesia akan menjadi negara federal terdiri dari delapan negara bagian (seperti yang diramalkan Joyoboyo) seperti Malaysia dan Indonesia akan menjadi negara yang maju.

Bahkan dengan kemampuan metafisika yang saya miliki, saya sanggup kuliah di enam PTN/PTS sekaligus dan semua matakuliah lulus. Kenapa? Karena saya bisa memprediksikan soal-soal ujian semester yang akan keluar dan terbukti 90 persen prediksi saya terbukti.”

“Apakah prediksi tentang capres dan cawapres akan tewas terbunuh akan terbukti?” Djoko mengharapkan jawaban.

“ Ada kemungkinan itu akan terjadi sesudah mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. Tepatnya sebelum 2014. Senjata yang digunakan cukup canggih, yaitu senjata laser yang tak berbunyi dan punya jarak tembak yang sangat jauh.. Walaupun presiden dan wakil presiden memakai rompi antipeluru, namun senjata laser mampu menembusnya ” saya mengakhiri pembicaraan.

Kami semua kemudian berdiri dan berjalan menuju ke ruang kuliah karena tutorial matakuliah Fisika segera dimulai.

Catatan:

Cerpen ini hanya merupakan hasil imajinasi penulis yang bersifat fiktif

Sumber foto: http://www.roadsterdrift.com

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: