CERPEN: Misteri Pipa Besi Yang Keenam

SEJAK SD, saya punya hobi mencari kesibukan. Hari ini, pagi-pagi, saya menciptakan Pitor V5 atau kanopi/atap motor versi ke-5. Supaya pengendara motor tidak kepanasan dan kehujanan. Desain sudah saya buat di komputer. Kemudian ke bengkel las  Aero langganan saya. Lokasinya di BSD City, tangerang Selatan. Dua kilometer dari rumah saya.

Saya minta bantuan jasa las untuk enam batang besi itu. Kemudian saya tinggal beli lauk pauk. Satu jam kemudian saya ambil enam buah besi yang sudah di las. Sampai di rumah saya baru ingat, keenam pipa besi itu seharusnya di bor. Wah, ternyata saya lupa. Untuk balik lagi, malas.

Karena sejak puluhan tahun yang lalu punya pengalaman membor sendiri menggunakan bor listrik, maka satu persatu pipa besi ukuran 1 inci itu saya bor dengan sangat mudah. maklum, sudah pengalaman puluhan tahun.

Sesudah membor pipa kelima, saya istirahat dulu. Maklum saatnya shalat Jum’at. Nah, sekitar pukul 13:00 WIB, saya mulai membor pipa keenam. Aneh, kok tidak bisa. Meleset terus. Padahal, caranya sama dengan kelima pipa sebelumnya.

Saya mulai membor menggunakan mata bor baja ukuran kecil. Ternyata meleset. Pipa besi saya lukai dulu memakai uncek. Ternyata unceknya meleset terus. Pakai paku, apalagi. Terpeleset terus. Saya lukai memakai gergaji besi,sedikit saja dan tterluka. Kemudian saya bor memakai bor baja ukuran kecil tadi. Tetap meleset.

“Aneh” gumam saya sendirian. Mau minta bantuan tukang yang sedang merenovasi rumah tetangga agak jauh, ternyata tiap Jum’at mereka libur. Logika saya mengatakan, mungkin bornya tumpul. Terpaksa, beli di toko material yang tak jauh dari rumah. Saya coba lagi untuk membor. Terpeleset lagi.Terpeleset terus.gagal lagi.Gagal lagi. Jangkrik! Kenapa ini?

Tanya ke siapa ya? Akhirnya saya bukan Facebook dan membuat status. Bunyinya “

ISENG: Mau ngebor pipa besi kok meleset terus. Gimana ya, caranya?”

Lantas, satu jam kemudian para Facebooker memberi komentar.

-Navay Mendchientaiemoe “C’lalu Pak ?My fans”

– Ubaidilah Mubarok “Bor kayu  dipakai ngebor besi.He he he”

-Dinik Lestari “Caranya…Tanyakan pada rumput yangg bergoyang, Pak….Hehehehe”

-Joko Suryanto Parengan “Diuncek dulu ,Pak. Pakai bor baja yangg mata bor paling kecil dan pendek”

-Uzi Lou’ay “Dilas mawon, Pak Harry…”

-Irina Natalia “Dinodai dulu, Pak, biar kena di bor. Wkwkwkwk”

-Hendra Purba “Bapak ini bisa aja, ngebornya pake perasaan dong! Jangan grusa grusu”

-Ki Tanto Ap “Ngebor Besi Ratnasari (dalam mimpi) aja, Mas….”

-Slamet Saksono R”Diketok paku baja dulu bos…”.

Sebenarnya, saran teman-teman Facebooker di atas sudah pernah saya praktekkan sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan kelima pipa besi sebelumnya bisa dilas dengan lancar.

Saya kok merasakan ada sesuatu hal yang irrasional. Tapi saya mencoba rasional saja. Akhirnya, pipa besi keenam iitu saya bawa ke bengkel las dan bubut di ttempat lain, yaitu di daerah Cilenggang. Sekitar empat kilometer dari rumah saya. Ada sekitar lima bengkel di situ.

Bengkel pertama menolak, alasannya edang banyak order. Bengkel kedua mau. Tapi di sini bukan hanya saya yang heran, tukang bengkelpun heran. Pipanya tidak bisa dibor. Sayapun pindah-pindah ke bengkel lainnya. Sudah tiga buah bengkel las dan bubut gagal membor pipa saya.

“Aneh!” gumam saya.

“Mungkin pipa beesinya ada mahluk halusnya,Pak” kata tukang bengkel yang terakhir.

“Ha ha ha…” saya tertawa. Saya percaya mahluk halus itu ada. Tapi kalau dikaitkan dengan pipa besi itu, saya tidak yakin. Saya tetap mencoba bersikap rasional. Akhirnya saya memutuskan untuk pulang.

Namun, baru saja saya keluar dari bengkel, saya bertemu dengan Ustadz Choirie.

“Ada apa,Pak? “ tanyanya.

“Oh, mau ngebor pipa,Pak. Tapi gagal terus” jawab saya jujur.

“gagal terus bagaimana?” tanya pak ustadz lagi. Sayapun menceritakan pengalaman-pengalaman saya yang aneh. Pak ustadz tidak percaya. Sayapun membuktikan. Tukang bengkel iitupun juga turut membuktikan. Pak ustadzpun mengangguk-angguk.

“Mungkin di dalam pipa ada mahluk halusnya,Pak Ustadz,” kata tukang bengkel.

“Bagaimana,Pak,sarannya?” saya bertanya ke pak ustadz.

“Hmmm,saya tidak menguasai hal-hal seperti ini. Tapi tak ada salahnya ya, nanti dicoba di rumah. Coba, sebelum membor pipa itu, sampeyan baca ayat Qursi dulu. Tapi dengan catatan, ini Cuma saran lho. Saya sendiri belum pernah mencobanya, Maaf kalau saran saya keliru” ujarnya santun sekali.

Sesudah mengucapkan terima kasih, sayapun pulang. Sesudah minum aiir putih dingin dari kulkas, sayapun mencoba memppraktekkan saran dari Pak Ustadz Chorie.

“Bismillah….” saya kemudian membaca ayat Qursi dengan serius.

Sesudah itu saya ambil bor dengan mata bor yang pernah saya gunakan entuk membor lima pipa besi sebelumnya. Bukan menggunakan mata bor yang baru saya beli.

Sayapun segera menekankan bor listrik ke pipa besi keenam yang sudah saya tandai bagian-bagian yang akan saya lobangi.

“Cling!Cling!Cling!……….” Aneh! Ternyata sangat mudah. Tidak terpeleset-peleset lagi. Sama dengan sewaktu saya membor lima pipa besi sebelumnya.

“Benarkah pipa besi saya yang keenam ada mahluk halusnya?”

“Wallahu a’lam bis-shawaab”

Hanya Tuhan Yang Maha Tahu mana yang benar.

Sumber foto: tokobautbali.com/

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger.

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: