CERPEN: Pacar Saya Mirip Kate Middleton

SAYA merasa bangga punya pacar mirip Kate Middleton. Banyak orang berdecak kagum tiap kali berpapasan dengan pacar saya yang bernama Kate. Entah kenapa sewaktu Katemasih bayi, ibunya memberi nama Kate. Mungkin kebetulan saja kalau dia mirip Kate Middleton.

Memang saya akui, dia memang cantik. Cuma, dia terlalu narsis sehingga seringkali lebih memperhatikan dirinya sendiri daripada saya. Tapi tak apalah, saya memakluminya.

“O ya, jangan lupa nanti siang saya akan ke Apollo Mall” Begitu dia bicara dengan saya melalui ponselnya. Maksudnya sih sudah jelas, minta supaya saya mengantarkannya. Tapi tak apalah, sebagai seorang pacar, saya harus setia melakukan apa saja.

Siang itu akhirnya saya antarkan memakai mobil Honda silver menuju mal yang dimaksud. Yang namanya belanja, Kate cukup butuh waktu lama. Dari toko A, ke toko B sampai toko Z dan kemudian kembali lagi ke toko A. Coba baju ini, baju itu, coba lainnya dan coba-coba terus. Tapi tak apalah, mungkin yang namanya wanita memang begitu.

“Kalau yang ini bagaimana?” Tanya Kate sambil menunjukkan sebuah gaun. Pada awalnya saya dulu mengalami kesulitan untuk menjawabnya. Namun karena akhirnya saya sering juga membaca majalah-majalah mode, maka akhirnya saya bisa juga menilai apakah sebuah gaun sesuai dengan dia atau tidak.

“Bagus. Serasi dengan tubuhmu yang langsing dan kulitmu yang putih” Saya memberikan penilaian. Akhirnya, gaun itupun dibelinya. Masih untung dia membeli memakai uangnya sendiri. Maklum, orang tuanya tergolong kaya.

“Cantik nggak kalau saya pakai gaun tadi?” Dia menatap saya di dalam mobil dalam perjalanan menuju ke sebuah restoran untuk makan siang bersama.

“Cantik. Cantik sekali, asal pakaian yang Kate pakai coraknya bagus, kontemporer dan tidak ada kembarannya” Saya akhirnya suka memberikan pujian. Maklum, dia memang narsistis.

Selama menuju ke restoran kesukaan kami berdua, Kate lebih banyak cerita tentang dirinya sendiri. Tentang kecantikannya. Tentang koleksi sepatunya, bajunya, perhiasannya dan tentang koleksi bonekanya yang sudah satu lemari. Saya selalu mengiyakannya.

Punya pacar cantik tetapi narsistis memang harus sabar. Harus selalu bisa memberikan perhatian dan pujian. Walaupun kadang-kadang membosankan dan menyebalkan, hal itu harus saya lakukan.

Cuma, ketika dia bicara mendapat tawaran untuk menjadi peragawati, saya agak keberatan. Maklum, menjadi peragawati ataupun model sekalipun, tentu akan menjadi perhatian publik. Saya cuma khawatir justru hal itu akan membuat citra Kate menjadi kurang baik.

“Setuju,nggak, Harry? “Dia meminta pendapat.

“Wah, rasa-rasanya saya kurang setuju. Kalau menjadi bintang sinetron dan mendapat peran yang baik, mungkin saya bisa menyetujuinya” Saya akhirnya bicara terus terang.

“Memang saya bisa jadi pemain sinetron”

“Saya yakin bisa. Kate sudah punya modal kecantikan. Soal akting bisa dipelajari. Anak kecil saja bisa,kok. Kenapa Kateyang sudah dewasa tak bisa?” Saya memberikan semangat.

Begitulah, sesudah makan siang saya mengantarkan dia ke rumah sahabat baik saya yang punya perusahaan film dan sinetron yang cukup terkenal. Kehadiran Katepun diterima dengan baik.

Begitulah, setelah melalui rangkaian tes dan latihan-latihan akting, akhirnya Katepun diterima untuk menjadi peran utama dalam sebuah sinetron berjudul :Kopenhagen 2009”.

Karena salah satu adegan harus dilakukan di Kopenhagen, terpaksa saya menyetujuinya dan karena kesibukan saya kuliah, maka saya tak bisa mengikuti kegiatan itu.

Satu bulan kemudian Katepulang dari Kopenhagen dan anehnya sikapnya terhadap saya berubah. Nampak acuh tak acuh saja. Bahkan di luar dugaan dia mengatakan bahwa hubungan saya dan dia sebaiknya terbatas persahabatan saja. Tak lebih dari itu.

Sesudah saya lakukan penelitian dan pengamatan, akhirnya saya tahu penyebabnya. Kate telah berpindah hati. Dia menjadi pacar Gunawan, sahabat baik saya, yang memiliki perusahaan film dan sinetron itu. Ya, saya tak mau ribut-ribut. Mungkin Kate bukan jodoh saya.

Sumber foto: http://www.proinvestasi.com

Hariyanto Imadha

Penulis cerpen

Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: