CERPEN: Ecrasons L’inflame!

BERHUBUNG dosen tidak masuk, maka ada waktu luang bagi para mahasiswa fakultas filsafat. Biasanya, sebagian mahasiswa duduk-duduk di taman kampus sambil minum es campur, makan pisang goreng sambil bercanda ataupun sambil diskusi. Diskusi apa saja, mulai dari soal politik, soal cewek, soal narkoba hingga soal agama.

Kebetulan saat itu berkumpul lima mahasiswa. Saya yang beragama Islam, Krisda yang beragama Kristen, Hindra yang beragama Hindu, Budi yang beragama Buddha dan Kunto yang beragama Kong Hu Chu.

“Kalau menurut saya sih, agama Hindu merupakan agama yang sempurna.Soalnya, Agama Hindu adalah “Agama Bumi’ karena menurut saya, Agama Hindu memberikan banyak penjelasan tentang hidup dan kehidupan, tentang alam semesta, tentang jiwa, tentang sosial, tentang berbagai hal tanpa mendasarkan pada pengertian dari satu golongan. Belum pernah saya membaca bahwa beragama Hindu harus seperti di India, dan kenyataannya beragama Hindu di dunia ini terdiri dari berbagai macam jalan dan bentuk tanpa menyatakan jalan atau bentuk dari satu golongan adalah paling baik. Yang menentukan adalah kulitas dari pelaksana jalan itu.  Hal ini menunjukkan agama Hindu bisa diterima siapa saja. Ini salah satu contoh bahwa agama Hindu adalah “Agama Bumi,” demikian kata Hindra yang beragama Hindu Bali.Mohon dicatat, Hindu Bali dan Hindu India memang ada perbedaannya.

“Ah, kalau menurut saya,agama Buddha yang sempurna.Alasan saya, Buddha merupakan perwujudan dari kebajikan-kebajikan yang telah Beliau sampaikan. Beliau mempraktekkan semua perkataan yang disampaikan-Nya dalam tingkah laku. Kualitas moral, kebijaksanaan, dan Belas kasih-Nya adalah yang paling sempurna yang pernah ada di dunia ini. Karena perhatian Buddha adalah kebahagiaan sejati bagi semua makhluk, ajaran-Nya dapat dipraktekkan baik dalam masyarakat maupun dalam hutan sunyi, oleh semua ras maupun kepercayaan. Ini semua benar-benar tidak memihak dan universal.,” begitu argumentasi Budi yang beragama Buddha.

Tampaknya Kunto yang beragama Khong Hu Chu tak mau kalah. Diapun berkata “Kong Hu Cu atau Konfusius, kadang-kadang sering hanya disebut Kongcu adalah seorang guru atau orang bijak yang terkenal dan juga filsuf sosial Tiongkok. Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Kong Hu Cu, ia diakui sebagai nabi.Ajaran Khong Hu Cu juga tersebar ke seluruh dunia,antara lain Jepang,Korea,Vietnam,Indonesia dan lain-lain.Bagi saya,agama Khong Hu Chu merupakan agama yang sempurna”

“Bagaimana nih,pendapat Krisda?” tanya saya ke Krisda yang beragama Kristen

“Kalau menurutsaya sih, Kristen merupakan agama yang sempurna. Sebab, Esensi agama Kristen menurutnya adalah iman yang monoteistik dan berbeda dengan agama lain karena fakta karya penebusan Yesus dari Nazareth sehingga dalam tingkatan agama maka agama Kristen berada dalam kedudukan yang paling tertinggi dibanding semua agama lain. Jadi agama Kristen menjadi agama yang paling tertinggi (the highest religion) karena (1) monoteisme etis bahwa Allah memberikan hukum dan menunjukkan tujuan utama yang harus dicapai manusia, dan (2) kepastian keselamatan dalam Yesus dari Nazareth yang memiliki kesadaran tentang Allah yang sempurna sehingga Dia tidak membutuhkan keselamatan, melainkan menjadi Juruselamat. Jelas dalam sejarah manusia, agama Kristen adalah agama yang terbaik dari semua agama yang lain. Gereja bagi Schleiermacher memiliki keunikan tersendiri yang terletak dalam misinya memberitakan “jalan keselamatan yang sejati” yaitu pemenuhan kesadaran Allah didalam Kristus (God-consciousness in Christ). Tugas ini hanya dimiliki oleh gereja,”

“Nah,sekaarang bagaimana pendapat Harry tentang Islam?” tanya teman-teman ke saya.Karena semuanya sudah mengemukakan pendapat, maka sayapun berpendapat bahwa Islam merupakan agama yang sempurna.” Menurut Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa risalah yang dibawanya adalah satu kesatuan dengan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. “Perumpamaanku dan perumpamaan nabi-nabi sebelumku ibarat orang yang membangun sebuah rumah. Ia memperindah dan mempercantik rumah itu, kecuali letak batu bata pada salah satu sisi bangunannya. Kemudian manusia mengelilingi dan mengagumi rumah itu, lalu mengatakan: ‘Alangkah indah jika batu ini dipasang!’ Aku adalah batu bata tersebut dan aku adalah penutup para nabi,” itu menurut hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.Artinya, Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir, telah menyebarkan agama yang menyempurnakan agama-agama sebelumnya.

Namun diskusi itu agak panas, ketika sudah ada yang mulai menunjukkan sikap ketidaksukaan terhadap agama lain. Antara lain, Hindra yang beragama Hindu mengritik Budi yang beragama Buddha.

“Buddha itu kan sebetulnya menyembah batu.Buktinya, kalau beribadat kan menyembah patung Buddha”.

Buddhipun membalas,” Justru Kristen yang menyembah batu. Lihat saja, di gereja kanada patungnya Yesus.Berarti Kristen,dong yang menyembah batu”

“Justru yang menyembah batu,Khong Hu Chu juga menyembah dewa-dewa yang berbentuk batu,” ujar Krisda dan Buddhi.

“Ya enggaklah.Justru Islamlah yang sesungguhnya menyembah batu!” kata Kunto. Saya yang beragama Islampun terkejut. Sebenarnya agak emosi juga, namun diskusi itu adalah di dalam rangka saling memahami, maka saya ingin tahu apa alasannya Kunto berpendapat seperti itu.

“Kok, Kunto mengatakan Islam menyembah batu itu bagaimana argumentasinya?” tanya saya betul-betul ingin tahu.

“Islam itu kalau shalat menghadap kiblat. Kiiblat itu kan Ka’abah.Isi kaabah adalah batu. Jadi, Islam sesungguhnya menyembah batu”

Saya tertawa terpingkal-pingkal mendengar argumentasi Kunto dan teman-teman.

“Sudah!Sudah!Sudah! Tak ada gunanya kita merasa benar sendiri.Tak ada gunanya kita merasa agama kita yang sempurna,sedangkan agama lain tidak sempurna. Tak ada gunanya kita saling menghujat. Mari kita pahami bahwa semua agama itu sempurna tapi bagi penganutnya masing-masing agama.Mari kita yakini agama masing-masing. Semua agama tujuannya sama, yaitu berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang tidak baik.Semua agama kita sama yaitu hanya mengakui adanya Satu Tuhan. Tuhan Yang Mahaesa.Mari kita hancurkan sikap fanatisme dalam agama. Ecrasons L’inflame!

Teman-temanpun saling bersalaman. Bagi mahasiswa filsafat, berbeda pendapat seperti itu hal yang biasa saja dan tidak perlu ditanggapi dengan emosi.

“Sekali lagi… Ecrasons L’inflame!” kata saya berseru.

“Oke! Ecrasons L’inflame! Hancurkan fanatisme sempit!” serempak mereka menjawab.

Karena matakuliah berikutnya segera dimulai, maka kami berlima meninggalkan taman dan meuju ke ruang kuliah.

Sumber gambar: arlinain.blogspot.com

 Catatan:

Maksud daripada cerpen ini yaitu, mari kita hindarkan sikap fanatisme sempMari kita saling menghargai.

Hariyanto Imadha

Penulis cerpen

Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: