CERPEN MISTERI: Misteri Piano Tua

JAKARTA. Sudah sekitar lima tahun saya tinggal di Komplek Perumahan Sunter Hijau, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sekitar setahun yang lalu di sebelah kanan rumah saya ada tetangga baru. Katanya pindahan dari Banjarmasin. Suami istri dan tanpa anak.

Nama suami Gatot dan istri bernama Henny. Tiap malam saya mendengar istri Pak Gatot memainkan piano. Lagu-lagu klasik kesukaan saya sejak kecil. Maklum, sewaktu saya masih kecil saya juga mengambil les piano, yaitu sejak SD hingga SMA. Cuma sayang, piano dijual karena orang tua saya waktu itu kesulitan uang.

Sampai suatu hari, Pak Gatot datang ke rumah saya.

“Pak Tommy, saya mau pamit. Saya dapat tugas ke Makassar,” begitu kata Pak Gatot. Katanya, dapat tugas mengajar di Makassar.

“O, ya selamat jalan,Pak. Kok, istrinya tidak kelihatan, apakah belum pulang kantor?” saya ingin tahu.

“O ya, istri saya sudah berangkat duluan mempersiapkan segala sesuatunya di Makassar,” jelasnya.

Kemudian dia menambahkan.

“O ya, Pak Tommy. Saya punya piano akan saya jual murah. Soalnya saya butuh tambahan biaya. Cuma Rp 5 juta saja,” tawar Pak Gatot.

Kebetulan, sudah lama saya ingin membeli piano. Sayapun ke rumah Pak Gatot untuk melihat kondisi piano. Ternyata masih mulus. Ketika saya coba, juga normal dan baik. Saya tahu benar bahwa piano antik itu di pasaran harganya bisa sekitar Rp 25 juta.

Langsung hari itu saya bayar tunai. Kemudian saya memanggil empat pengemudi becak yang ada di komplek untuk mengangkat piano itu ke rumah saya. Piano itu saya letakkan di dekat kamar makan. Senang rasanyabisa memiliki mpiano lagi. Maklum, sudah puluhan tahun saya tak bermain piano.

Seminggu berlalu. Tidak ada kejadian apa-apa. Pak Gatot sudah pindah. Rumahnya sepi. Pulang kantor sesudah makan siang, sayapun mencoba memainkan beberapa lagu.

Namun, pada suatu hari sepulang kantor saya merasa heran. Saya berhenti di depan pintu pagar rumah saya. Kok, ada yang memainkan piano saya? Siapa ya? Namun, begitu saya membuka pintu pagar, suara pianopun lenyap.

“Ah, mungkin tetangga belakang rumah,” begitu pikir saya. Maklum, di komplek perumahan memang ada beberapa yang memiliki piano. Namun karena kejadian itu berulang kali terjadi tiap hari, maka saya memutuskan untuk bertanya ke tetangga belakang rumah, apakah ada yang memiliki piano. Ternyata, tidak ada yang punya.

“Aneh,” begitu kata hati saya. Sesudah berkali-kali saya mengalami kejadian itu, saya yakin bahwa suara piano itu pasti datang dari dalam rumah saya. Untunglah, ketika shalat Jum’at, saya sempat berkenalan dengan seorang ulama. Saya ceritakan kejadian di rumah saya. Katanya, dia bisa membantu. Katanya, dia bisa menerawang ada tidaknya mahluk halus di rumah saya.

Ketika saya mengajak ulama tersebut, namanya Imam Gozali, untuk datang ke rumah saya, dia bersedia dengan senang hati. Bahkan tidak bersedia dibayar. Begitu masuk ke rumah saya, langsung melihat piano tua saya. Langsung memejamkan mata dan berdoa. Entah doa apa.

Beberapa menit kemudian dia berkata.

“Oh, iya. Rumah Pak Tommy memang ada mahluk halusnya”

Namun ketika saya tanya siapa nama dan asal mahluk halus itu, ulama itu tak bisa menjawab. Akhirnya, saya kehilangan kepercayaan kepada ulama yang bernama Imam Gozali tersebut. Menurut buku-buku yang saya baca, orang yang benar-benar bisa melihat mahluk halus, harus tahu nama dan asal usul mahluk halus tersebut.

Lain hari ketika saya memperpanjang KTP di kelurahan, saya berkenalan dengan seseorang yang mengaku paranormal yang sudah empat kali naik haji. Diapun saya undang ke rumah saya. Diapun membaca doa di depan piano saya.

Sesudah itu paranormal yang bernama Pak Sugiyono itupun menerangkan.

“Iya, di sini memang ada mahluk halusnya. Perempuan.Namanya Henny. Dia datang dari rumah sebelah kanan ini.

Sungguh, saya terkejut. Henny adalah nama dari istri Pak Gatot. Ada apa gerangan?

“Apa yang terjadi Pak Sugiyono? Saya ingin tahu.

Paranormal itu menjelaskan bahwa Henny telah dibunuh suaminya ketika sedang tidur nyenyak. Soalnya, Pak Gatot punya istri baru. Mayatnya dikubur di bawah lantai rumah bekas rumah kontrakannya. Sebelah rumah saya.

Sayapun mengajak paranormal itu ke ketua RT,Pak Effendy. Kemudian melapor ke kelurahan dan kepolisian. Di kantor polisi saya dan Pak Sugiyono menandatangani surat bukti pelaporan. Tentu, menunjukkan KTP asli dan menyerahkan fotokopinya.

Beberapa hari kemudian, disaksikan Pak Sugiyono, ketua RT, lurah dan kepolisian, lantai rumah itupun dibongkar sesuai petunjuk Pak Sugiyono. Ratusan warga berjejal ingin turut menyaksikan Ternyata benar. Ditemukan jenasah yang sudah berbau busuk. Proses selanjutnya merupakan wewenang pihak kepolisian.

Sesudah jenasah itu dimakamkan, rumah saya kembali tenang.

Sumber foto: ntzoctptr.blogspot.com

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: