CERPEN: Revolusi Tikus Pithi 2012

JAKARTA 2010. Saat itu saya sedang asyik membaca buku filsafat berjudul “L’etre et Le Neant” karya Jean Paul Sartre di perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Tiba-tiba di samping saya duduk mBak Retha.

“Nih, saya punya artikel menarik,” katanya sambil menyodorkan sebuah buku yang tebalnya sekitar 200 halaman. Saya baca,judulnya “Revolusi Tikus Pithi”.

“Sudah Mbak Retha baca?” tanya saya. Mbak Retha adalah teman saya satu kelas dan satu jurusan. Yaitu jurusan Bahasa Perancis. Sebenarnya usianya lebih muda daripada saya. Berhubung dia sudah menikah dan punya anak, saya memanggilnya ‘Mbak’.

“Oh,sudah,dong.Ini tentang tafsir ramalan Jayabaya,” ujarnya. Jayabaya merupakan karya sastra yang dikagumi banyak orang, terutama orang Jawa. Bahkan beberapa pecinta sastra dari negera Belanda juga pernah datang ke Indonesia. Mereka mensejajarkan Jayabaya dengan Nostra Damus atau Michel de Nostredame, merupakan pengarang ramalan ternama di dunia. Nostradamus terkenal dengan hasil karyanya berjudul Les Propheties yang terbit untuk pertama kalinya pada tahun 1555.

“Selama ini ada pendapat-pendapat yang ngawur tentang Jayabaya. Ada yang mengatakan Jayabaya itu paranormal,dukun,klenik,mistik atau dapat bisikan setan yang mencuri informasi dari malaikat,” Mbak Retha memulai bicara tentang Jayabaya.

“Hahaha,iya,Mbak.Mereka kan belum baca naskah Jayabaya.Mereka adalah orang-orang yang tidak faham ilmu sastra dan psikologi.Jadi,ya dimaklumi saja,” komentar saya sambil tertawa.

“Betul.Jayabaya memang seorang sastrawan atau pujangga. Beliau juga raja dari Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga.Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat Ramalan-ramalan tersebut,” Mbak Retha membaca sebagian dari isi buku itu.

“Bagaimana ramalan Jayabaya tentang presiden-presiden Indonesia? Tentang Notonagoro?”

“Oh,itu.Banyak orang salah menyebut. Ada yang menyebut notonogoro dan ada yang menyebut notonegoro.Padahal yang betul notonagoro.Sebetulnya secara eksplisit kata notonagoro tidak ada di dalam ramalan Jayabaya. Istilah notonagoro merupakan hasil sastra dari sang Pujangga Raden Ngabehi Ronggowarsito dari Kraton Surakarta, dimana konsep tersebut hasil dari penenungan beliau setelah menafsirkan jangka Jayabaya.Jadi, sumbernya memang dari ramalan Jayabaya”

“Mbak Retha percaya dengan konsep notonagoro itu?

“Percaya.Dikatakan,Indonesia akan dipimpin oleh lima presiden dengan nama akhir No-to dan Na-go-ro.No,nama akhir dari Soekarno dan To adalah nama akhir Soeharto”

“Bagaimana dengan BJ Habibie,Abdurahman Wahid dan Megawati?”

“Ketiga mantan presiden itu nama akhirnya bukan Na-go-ro, jadi dia tidak mungkin menjadi presiden 10 tahun. Sedangkan Soekarno dan Soeharto lebih dari 10 tahun.

“Bagaimana dengan Soesilo Bambang Yudhoyono?”

“Hahaha…Sebetulnya di dalam ramalan Jayabaya atau Ronggowarsito tidak menyebut nama-nama secara jelas.Hanya merupakan syarat-syarat. Soesilo Bambang Yudhoyono nama akhirnya ‘no’. Tidak sesuai dengan Na-go-ro. Jadi, beliau menjadi presiden tidak sampai 10 tahun”

“Maksudnya, tidak sampai 2012?”

“Begitulah.”. Begitu uraian dari Mbak Retha. Sebenarnya, sebagai mahasiswa fakultas sastra saya juga pernah membaca dan mempelajari ramalan Jayabaya maupun ramalan Ronggowarsito. Semua ramalannya sudah terbukti.Antara lain berbunyi “Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran — Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda (mobil),Tanah Jawa kalungan wesi — Pulau Jawa berkalung besi (rel kereta api),

Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang — Perahu berjalan di angkasa (pesawat terbang).Semuanya sudah terbukti. Itu berarti ramalan Jayabaya berlaku saat Indonesia memiliki mobil,kereta api dan pesawat terbang.Jadi, sejak zaman Belanda menjajah Indonesia.

“Kalau menurut buku-buku lain yang saya baca, ramalan Na-goro itu relevan untuk kita diskusikan,” ujar saya.

“Bagaimana menurut pendapat Harry?” Mbak Retha ingin tahu.Saat itu, mahasiswa Jurusan Bahasa Perancis memang dapat tugas membuat tugas tentang ramalan Jayabaya dan harus diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Termasuk tafsir dari masing-masing mahasiswa.

“Kalau menurut saya, siapapun yang jadi presiden yang nama akhirnya bukan no-to-na-goro, akan menjadi presiden kurang dari 10 tahun,”

“Berarti SBY 10 tahun karena nama akhirnya ‘no’?

“Jangan lupa,Mbak.ramalan Jayabaya adalah no-to-na-go-ro.Bukan no-to-no-go-ro dan bukan no-to-ne-go-ro”

“Oh,ya saya setuju.Jadi?”

“Jadi,nama akhir SBY bukan ‘na’. Artinya SBY tidak sampai 10 tahun berkuasa”

“Argumentasi lainnya apa?”

“Jayabaya meramalkan nanti ada “revolusi tikus pithi.”

“Apa itu?”

“Menurut tafsir ramalan Jayabaya,yang dimaksud tikus pithi atau  ‘tikus pithi anata baris’ secara langsung diartikan sebagai tikus kecil yang sedang merapikan barisan. Oleh Sujiwo Tejo dimaknai sebagai adanya usaha dari kelompok masyarakat yang menggalang kekuatan untuk memberontak. Peringatan akan adanya pemberontakan rakyat tersebut telah disampaikan beratus tahun yang lalu oleh Jayabaya ,raja Kediri pada abad ke XII dalam Jangka Jayabaya.” saya menerangkan ke Mbak retha.

“Lantas,apa yang terjadi?”

“Berdasarkan fakta-fakta yang ada sekarang ini, maka saya prediksikan nanti pada 2012 akan terjadi era multikrisis. Krisis polititik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan yang sifatnya secara nasional. Bahkan terjadi krisis akhklak moral dan kesewenang-wenangan.Juga,terjadi berbagai bencana dahsyat. Pemerintahan SBY akan semakin represif. Saat itulah muncul ‘revolusi tikus pithi’ yang menyebabkan lengsernya SBY”

“Kira-kira benar tidak prediksi itu?”

“Prediksi bukanlah ilmu matematika, tetapi bicara tentang probabilitas. Jadi, bisa benar dan bisa tidak benar” saya menjelaskan.

“Setuju.Benar tidaknya sebuah prediksi terletak pada pembuktiannya”

“Mari kita tunggu 2012”

“Oke!” sahut Mbak Retha yang cantik dan seksi itu.

Hariyanto Imadha

Penulis cerpen

Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: