CERPEN: Ada Neraka di Jl.Comal

TERTANGKAPNYA Sammy, salah seorang pemusik Band Krispatih, karena tertangkap sedang menggunakan narkoba, membuat pikiran saya melayang ke puluhan tahun yang lalu.

Saat itu saya masih duduk di salah satu SMA di Surabaya yang cukup terkenal. Teman saya cukup banyak. Mulai kelas 1 hingga kelas 3 hampir saya kenal semua. Saat peristiwa ini terjadi, saya pas naik kelas, dari kelas satu ke kelas 2.

“Hai, Harry. Jangan lupa, pulang sekolah nanti kita merayakan acara kenaikan kelas!” Ucap Gunawan, sewaktu jam istirahat. Waktu itu saya sedang makan ketela goreng bersama Didik, Arifin, Jerry dan Agus di kantin sekolah.

Berhubung saya sudah janji, pulang sekolah langsung meluncur ke rumah Gunawan di Jl. Comal. Saya tak sendiri, tetapi “rame-rame” naik motor dengan Didik, Arifin, Jerry dan Agus. Cewek yang ikut saat itu Yuke ceweknya Didik, Donita, ceweknya Arifin, Tari ceweknya Jerry dan Ayu ceweknya Agus. Dan sebelum menuju ke rumah Agus, saya mampir dulu ke salah satu SMA di Jl. Wijayakusuma. Seperti biasa menjemput Faulin. Nama lengkapnya Faulin van Fredrick, siswi kelas dua yang sudah satu tahun jadi pacar saya.

“Yuk, kita rayakan kenaikan kelas kita” Teriak Gunawan sesampainya saya di Jl. Comal. Teman-temanpun minum-minum. Bukan minum soft drink, tetapi minuman keras. Saat itu belum sampai mabuk.

“Acara berikutnya, Yuk nonton BF” Ajak Arifin yang kebetulan membawa BF. Zaman saya dulu belum ada VCD porno. Yang ada yaitu BF atau “blue film”. Teman-teman semuanya masuk ke kamar di lantai dua. Semua duduk rapi dan detik demi detik dan tanpa berkedip menonton adegan-adegan yang cukup syur.

Ketika saya melihat teman-teman saya yang lain, baik yang cowok dan cewek mulai melepaskan pakaiannya, maka saya mengajak Faulin keluar ruangan. Turun ke lantai satu untuk nonton televisi. Zaman dulu cuma ada TVRI. Belum ada televisi swasta.

Saya tahu teman-teman saya di lantai dua sudah sering “kumpul kebo” sejak kelas 1. Tidak hanya itu, mereka juga pecandu narkoba. Zaman dulu istilahnya morfinis. Pakai jarum suntik. Paling tidak tiap Sabtu mereka melakukan pesta seperti itu.

Saya selalu ikut datang tetapi tak pernah minum minuman keras. Tetap minum Coca Cola walaupun saya dikatakan banci. Menonton BF juga tak pernah sampai selesai. Tentu saya diolok-olok sok suci dan sok ustadz. Saya juga tak mau ikut-ikutan aliran “free sex” walaupun saya dikatakan impoten.

“Kok, Harry tidak terpengaruh kelakuan mereka?” Faulin yang peranakan Indo-Belanda itu heran.

“Soalnya, saya punya prinsip”

“Maksudnya?” Faulin ingin tahu.

“Ya. Kalau hati kecil saya mengatakan itu buruk dan tidak ada manfaatnya, maka pasti saya akan menolaknya. Saya hanya memilih hal-hal yang ada manfaatnya.” Saya menjelaskan.

“Tapi kalau minum minuman keras dan tidak mabuk kan tidak apa-apa”

“Iya. Awalnya memang begitu. Tetapi manusia selalu ingin mencoba lebih dari itu” Kata saya sambil meneguk segelas Coca Cola dingin.

“Kalau morfin, bagaimana?”

“Morfin dampaknya juga buruk. Di samping menghabiskan uang, juga merusak kesehatan” Begitu jawaban saya sambil menonton TVRI. Saat itu saya duduk berdampingan dengan Faulin yang cantik, putih dan seksi.Faulin yang peranakan Indo-Belanda merupakan salah satu pelajar yang cerdas dan berprestasi di sekolahnya. Bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga di bidang olah raga, fashion, menyanyi dan entah apa lagi.

Zaman dulu memang zaman rusak. Di mana-mana ada “gang”. Yang terkenal saat itu 234-SC, Madesu, Lapendos dan beberapa nama lainnya. Nama-nama “gang” mereka ditulis dengan cat dan dengan huruf besar di jalan-jalan, tembok-tembok dan di mana saja. Juga, acara kebut-kebutan sepeda motor dengan sarangan knalpot dicopot hampir terjadi tiap hari. Juga, acara “free sex”, BF dan morfin. Saat itu boleh dikatakan banyak teman-teman cewek sekelas saya yang sudah tidak perawan lagi.

Namun di akhir tahun pelajaran, ada khabar yang mengejutkan. Gunawan, yang bertempat tinggal di Jl. Comal, meninggal karena over dosis. Sedangkan Agus, meninggal karena kebut-kebutan dari Surabaya ke Batu, Malang.

Kalau Anda tanya, kenapa saya suka bergaul dengan mereka yang rusak moral itu? Sebenarnya, saya bergaul dengan siapa saja. Sejak SMP saya suka membaca buku-buku psikologi. Tanpa saya sadari, saya suka memperhatikan perilaku teman-teman saya mulai kelas 1 hingga kelas 3. Tiap hari saya selalu berganti teman mengobrol.Saat itu saya mengambil kesimpulan bahwa, tingkah laku seseorang banyak dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Sedangkan cara berpikir seseorang yang keyakinan agamanya lemah, lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Jadi, kalau teman-teman saya ada yang ikut-ikutan ngebut, pecandu narkoba, penggemar BF, penganut “free sex”, suka tawuran antar “gang”, itu semata-mata karena mereka tak punya keyakinan yang baik dan kuat. Semata-mata karena adanya pengaruh dari lingkungan yang lebih kuat daripada keyakinan yang ada pada dirinya.

Lulus dari SMA saya dan Faulin melanjutkan kuliah di fakultas psikologi. Pengalaman saya waktu SMA mengilhami saya untuk membuat skripsi berjudul “Environment Has More Effects than Heredity”.

Setelah saya dan Faulin lulus dari fakultas psikologi di Jakarta, maka sayapun melamar Faulin yang saat itu rumahnya di Jl. Bengawan. Namun, sebelum ke Jl. Bengawan, mobil yang saya kemudikan, sempat melewati Jl. Comal. Saya sempat berhenti sebentar. Saat itu saya bersama Faulin.

Kami berdua memandangi bekas rumah Gunawan, Kami teringat peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Rumah itu telah dijual dan ditempati orang lain.

Yah, dulu, rumah itu merupakan rumah neraka.

Mobilpun saya jalankan dan meluncur ke Jl. Bengawan.

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: