CERPEN: Putihnya Cinta Hitamnya Cinta

BEKASI. Tepatnya di dekat pintu tol Bekasi Timur. Di situ saya mendirikan Lembaga Pendidikan Komputer (LPK) EXOCOM. Saya mengontrak bekas rumah contoh milik pengembang komplek perumahan Pondoh Hijau Permai. Tepat di sebelah bank BTN.

Strategi yang saya lakukan, saya merekrut sarjana komputer dari perguruan tinggi terkenal. Semuanya cewek dan cantik. Tidak heran kalau dalam hitungan bulan LKP saya sudah mendapat ratusan siswa. Akhirnya, total saya memiliki 24 instruktur yang semuanya cantik.

Jangan heran kalau LKP saya memiliki siswa yang datang dari luar Bekasi, antara lain Jakarta, Bogor, Krawang, dan lain-lain.

Namanya saya juga cowok, masih muda dan masih bujangan, wajar dong kalau saya naksir salah satu instruktur. Namanya Asokawati. Cewek Jawa, rambut pendek model Lady Di, kulit putih dan enak diajak bicara.

Prosesnya tidak sulit. Cukup satu kali saya ajak makan siang di resto Kentucky, langsung nempel seperti perangko. Sudah jodoh, barangkali. Meskipun demikian hubungan di kantor tetap hubungan formal.

-“Soka, tolong buat pengumuman besok Sabtu, pukul 11:00 WIB ada rapat untuk seluruh karyawan di dalam rangka pembentukan cabang LPK”. Saya menugaskan Soka untuk membuat pengumuan.

-“Siap,Pak!”. Di kantor memang memanggil saya Pak, namun di luar kantor tentu memanggil saya Mas.

Begitulah, karena LKP saya maju pesat, maka di dalam rapat diputuskan akan membuka tiga cabang di tiga perumahan. Yaitu di komplek perumahan Jati Mulya, Taman Narogong Indah dan Margahayu Permai. NUntuk itu semua karyawan saya tugaskan untuk survei tempat atau ruko atau rumah yang strategis.

Nah, salah satunya saya mendapatkan di Taman Narogong Indah. Memang sih, lokasinya kurang strategis, namun apa boleh buat karena rumah itu adalah satu-satunya yang dikontrakkan.

Sayapun melakukan negosiasi dengan pemilik rumah. Sesudah disetujui, maka saya berjanji akan melakukan pembayaran besok sorenya.

Cuma esok paginya saya agak terkejut karena tiba-tiba saja Soka menyatakan mengundurkan diri sebagai instruktur.

-“Kok, mengundurkan diri. Memangnya gajinya kurang besar?”. Saya ingin tahu.

-“Bukan. Gaji cukup lumayan. Cuma tiba-tiba saja saya punya rencana untuk meneruskan ke jenjang S-2. Kalau cuma S-1 rasa-rasanya masih kurang. Lagipula bapak dan ibu saya juga sudah menyetujuinya. Tapi, nanti saya masih sering ke LPK sini,kok”. Soka menjelaskan.

-“Ya, apa boleh buat. Saya tidak bisa melarang.” Saya pasrah.

Esok sorenya pun saya segera menghubungi pemilik rumah Taman Narogong Indah untuk melakukan pembayaran kontrak rumah seperti yang sudah saya janjikan.

-“Lho, rumahnya sudah dikontrak,kan?”.Pemilik rumah berkata kepada saya dengan heran. Kemudian katanya lagi.

-“Katanya, rumah itu dikontrak atas suruhan sampeyan”.

Sayapun terkejut dan menggelengkan kepala. Dari pemilik rumah saya tahu kalau yang mengontrak rumah itu ternyata adalah Soka, pacar saya sendiri. Ada apa ini? Kok, tiba-tiba ada sabotase macam begini?

Beberapa hari kemudian saya baru mengerti, ternyata Soka mendirikan LPK sendiri di rumah kontrakan itu. Sebagian instruktur sayapun dibajak untuk menjadi instrukturnya.

Peresmian LPK-nya cukup hebat. Antara lain mengadakan acara hiburan orkes dangdut sesuai dengan selera masyarakat sekitar, lomba fun bike berhadiah kulkas, komputer dan hadiah-hadiah lain yang menarik. Maklum, Soka berasal dari keluarga kaya. O ya, LPK itupun diresmikan oleh Wakil Walikota Bekasi. Luar biasa.

Namun rupa-rupanya Tuhan masih berpihak ke saya. Seminggu kemudian ada ruko yang baru saja kosong. Tempatnya jauh lebih strategis. Langsung saya telepon pemiliknya. Hari itu juga saya ke PT Bogasari tempat pemilk ruko itu bekerja. Langsung bayar kontrak dan menandatangani perjanjian.

Nah, saya berhasil membentuk LPK baru di ruko itu. Delapan instruktur saya tugaskan di situ. Akhirnya, hubungan saya dengan Sokapun menjadi renggang. Maklum, hubungan cinta telah berubah menjadi hubungan persaingan bisnis.

Namun, karena saya sarjana manajemen, maka trik-trik untuk bersaing saya lebih menguasai. Dalam waktu singkat saya telah memiliki ratusan siswa kursus. Hal itu berlangsung hingga beberapa bulan. Sementara itu yang mendaftar di LPK milik Soka sedikit sekali. Sebenarnya saya kasihan, tetapi apa boleh buat. Bisnis adalah bisnis.

Nah, bulan berikutnya ada yang aneh. Kalau semula siswa lama di LPK saya banyak yang meneruskan kursus, tiba-tiba tidak ada. Kalau biasanya tiap hari ada siswa baru, tiba-tiba menjadi sepi. Akhirnya LPK sayapun menjadi sepi. Jumlah siswanya turun drastis. Sementara itu LPK milik Soka terjadi sebaliknya. Siswa kursusnya sangat banyak.

Sayapun mengevaluasi manajemen LPK saya. Rasa-rasanya tidak ada perubahan. Biaya tetap sama, strategi pemasaran tetap sama, instruktur tetap sama, cara mengajar tetap sama, diktat sama. Semua sama. Kenapa tiba-tiba merosot?

-“Mungkin karena faktor black magic,  Pak”.Salah seorang instruktur saya bernama Melly berkata demikian.

-“Apa? Black magic? Ha…ha…ha…Hari gini kok masih ada sarjana percaya black magic”. Saya meresponnya dengan tertawa. Maklum sejak dulu saya tidak percaya black magic. Apalagi saya rajin shalat.

Namun Melly cukup pandai meyakinkan saya. Katanya, kalau saya percaya bahwa setan itu ada, maka sayapun harus percaya bahwa black magic itu ada. Soalnya, black magic itu kerjanya setan.

Setelah saya pikir-pikir, masuk akal juga ya. Akhirnya, Melly yang berasal dari Sukabumi itu memberi alamat salah seorang paranormal yang ada di Sukabumi. Namanya, Ali Abbas Mustofa. Tinggal di desa Bojong Tipar, dekat desa Bojong Lopang.

Akhirnya sayapun naik bus menuju ke Sukabumi. Dari terminal Sukabumi naik angkot ke depan Matahari Departmen Strore. Kemudian ke terminal angkot yang saya lupa namanya. Kemudian naik angkot ke Bojong Lopang yang memakan waktu dua jam perjalanan. Kemudian naik ojek ke desa Bojong Tipar melewati jalan-jalan sawah.

Akhirnya sampai ke rumah kecil mewah dan di depannya ada air mancur. Di situ sudah banyak orang. Ada beberapa mahasiswi yang minta didoakan supaya lulus ujian semester. Ada pejabat dari Bandung dan Jakarta entah apa tujuannya. Ada beberapa wanita yang ingin enteng jodoh, dan lain-lain.

Satu jam kemudian giliran saya. Paranormal yang sudah lima kali naik haji itupun langsung tahu masalah yang saya hadapi. Sayapun menguji kemampuan paranormal itu dengan mengajukan 11 pertanyaan mengenai ciri-ciri orang yang membuat saya bangkrut. Ternyata semua ciri-ciri itu dimiliki Soka.

Karena 11 pertanyaan saya dijawab dengan benar, maka saya percaya terhadap kemampuan paranormal itu. Apalagi tidak ada jimat yang harus saya beli. Cuma saya disarankan membaca Ayat Qursi sebanyak 100 kali setiap malam Jumat sesudah shalat Isya.

Saya tidak menyangka bahwa Soka yang cantik, rajin shalat, ramah dan berpendidikan sarjana, ternyata mau melakukan hal-hal yang dilarang agama hanya demi kepentingan bisnis. Sayapun kalah. Tiga bulan kemudian LPK yang saya kelola bangkrut dan bubar.

Sumber gambar: iyon-sangpujanggacinta.blogspot.com

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: