CERPEN: Calon Istriku Seorang Pelacur

 

KUPIKIR, tingkah manusia kadang-kadang menggelikan. Coba Anda pikir, saya telkah dipecat dari PPM (Pusat Pejabat Miring) hanya karena persoalan yang sangat kecil.Sekecil kerikil.Tingkah manusia yang saya anggap menggelikan yaitu pemecatan itu tidak berdasarkan akal sehat melainkan semata-mata bertitik tolak pada pemikiran politis,kekuasaan,otoriterisme,subjectivisme dan logika yang sangat dangkal.

Tapi, saya yang memiliki latar belakang pendidikan yang sangat luas bisa memaklumi bahwa pemecatan itu adalah merupakan kristalisasi rasa frustasi  dari sang pemecat sekaligus merupakan refleksi ego yang haus akan harga diri.

-“Mampir,Mas?”,tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara renyah seorang gadis cantik.Saya baru sadar bahwa saya telah berada di Hotel Paripurna lantai II.Sekaligus saya tersadar bahwa tujuan saya di hotel itu adalah mencari inspirasi untuk membuat cerita pendek atau artikel yang akan saya kirimkan ke majalah Femina dan Sarinah.Maklum, setelah dipecat dari PPM, saya harus kembali ke profesi saya  yang lama sebagai seorang pengarang., Demi sesuap nasi.

Saya pandang gadis itu.Cantik,ramah dan mempunyai daya tarik yang luar biasa.Wajahnya yang mirip Agnes Monica membuat saya betah melihatnya.Tak ada kesan sedikitpun bahwa dia sebenarnya seorang pelacur.

Saya pun masuk kamarnya.Pintu ditutupnya.Di pintu luar tergantung tulisan berbunyi “Do Not Disturb”.Saya pandangi sekeliling kamar.Ada dua buah tempat tidur,sebuah meja hias,lemari,dua kursi santai,AC dan kamar mandi yang dilengkapi dengan air panas.

-“Sebentar ya,Mas…” kata gadis itu sambil berjalan  menuju ke kamar mandi.Pelan saya berjalan menuju mejua hiasnya.Iseng-iseng saya membuka laci.Wow,…ada buku.Dasar saya pecinta buku, maka saya perhatikan buku itu.Judulnya cukup menarik,”Prostitution:A Psychological Approach:,karya R.L.Suzanne

Heldon.Kemudian buku satunya berjudul “Belinda:A House of Love” oleh Caroline Breadley.Dan buku ketiga berjudul “Prostitution:Are You with It?” diususun oleh Elizabeth Burdock. Ketiga buku itu bagus dan saya pernah membacanya semasa saya masih kuliah di Fakultas Filsafat UGM.

-“Kok,ada buku-buku di sini?”,tanyaku ke gadis muda yang bernama Ita itu.

-“Sudah sebulan buku-buku itu di situ.Punya tamuku.Mungkin ketinggalan.Mungkin dia lupa.Mmm…o ya,Mas.Maaf ya,Ita sedang M nih.Ngobrol-ngobrol saja,ya?”,katanya sambil tersenyum.

-“Nggak apa-apa.Saya ke sini memang Cuma ingin ngobrol-ngobrol.Tidak lebih dari itu.Saya Cuma ingin bertanya,saya ingin bercerita dan juga saya ingin kamu bercerita.Saya kadang-kadang lebih suka menghargai seorang pelacur yang jujur daripada seorang pejabat yang berjiwa pengecut,berani memfitnah,tapi tak berani mengakui kesalahannya.Dulu saya pernah bekerja di PPM,pernah difitnah.Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan dan hyanya bisa dilakukan oleh manusia yang berjiwa biadab!”,kata saya sambil meminum Fanta Grape yang dingin segar itu.

Swaya dan Ita pun akhirnya terlibat dalam diskusi yang menarik.Diskusi tentang hidup,kehidupan dan penghidupan. Suasana di kamar itu enah,dingin dan nyaman.Sedangkan suasana di bekas kantorku,PPM,seperti di rumah sakit jiwa Grogol.

“Saya akan sering datang ke sini”,kata saya sambil menyelipkan uang sebesar Rp 250.000.Ternyata Ita menolaknya.

“Ita tak membutuhkannya,Mas”.Bawalah.Toh Mas Harry membutuhkan uang bukan? Untuk makan,transpor,dll.Lagipula,Mas Harry sekarang dalam keadaan menganggur…”,kata Ita polos.

Saya terharu mendengar kata-kata Ita.Dia seoramng pelacur, tetapi memiliki rasa perikemanusiaan yang tinggi.Dia masih sempat memperhatikan urusan perut.Urusan nomor wahid di dunia.Sementara pejabat-pejabat PPM yang memecat saya, terus terang saja sama sekali tidak memiliki rasa perikemanusiaan seperti itu. Pada dasarnya tindakan PHK atau pemecatan bertentangan dengan sila kedua dari Pancasila,kecuali kalau disertai pesangon atau memberikan pekerjaan di tempat lain.

Detik berganti detik,menit berganti menit,jam berganti jam,hari berganti hari,minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan.Saya semakin terlibat dalam keakraban persahabatan dengan Ita.

Aneh,saya tiba-tiba menyadari bahwa saya telah mulai mencintai Ita.Oh,lucu kedengarannya, saya yang sarjana ini berpacaran dengan seorang pelacur.Tapi, memang begitulah kenyataannya.Kami telah saling mencintai.

Hubungan kami pun akhirnya diketahui mama (papa sudah meninggal pada tahun 1977).

-“Jadi,kamu akan menikah dengan seorang pelacur? Apakah kamu sudah gila? Ingat Harry, kamu adalah sarjana sedangkan Ita adalah sampah masyarakat!” kata mama suatu hari.Mama benar-benar marah,namun saya tetap berusaha meyakinkan mama.

-“Mama,Ita memang pelacur.Tapi,itu dulu.Kini Ita sudah insyaf.Apa jadinya jika masyarakat tidak bersedia memaafkan dan menerima seorang pelacur yang telah bertobat? Tuhan pun bisa memaafkan umat-Nya yang bertobat.Kenapa manusia tidak bisa? Kenapa mama tidak bisa?’ tanya saya.

-“Pernikahan bukanlah milikmu berdua.Ada keterikatan dengan keluarga.Apakah kamu ingin merusak nama baik  keluarga kita? Tidak ada satupun putra mama yang senekat kamu”

-“Jadi,mama tidak menyetujuinya?

Mama menggeleng pasti.

-“Mama,mama tentu tahu,di dunia ini tak satupun wanita yang bercita-cita untuk menjadi seorang pelacur. Hati wanita sama.Semua wanita ingin dihargai,dicintai,termasuk mama. Kalau saja,semua laki-laki tidak bisa memaafkan pelacur yang telah bertobat, akan jadi apa kaum Hawa itu? Saya ingin menikahi Ita karena dia adalah seorang wanita.Saya ingin memiliki keturunan dari Ita.Saya mencintai Ita,mama”,saya mencoba meyakinkan mama.

-“Cinta? Hidup tak cukup dengan cinta,tapi juga perlu nama baik. Pantaskan seorang sarjana menikah dengan bekas pelacur?” tanya mama.

-“Kenapa tak pantas? Sebagai sarjana saya menganggap itu wajar. Hanya masyarakat yang cara berpikirnya masih sempit yang mengatakan itu tak pantas.Sayta memperlakukan Ita sebagai mahluk-Nya. Tak ada manusia yang sempurna,mama.Banyak wanita bukan pelacur, tetapi hatinya kotor.Lagipula,tidak semua pelacur itu jahat. Hati seorang wanita tetap hati seorang wanita.Dia juga butuh kasih sayang murni.Mama juga “ saya tetap berusaha meyakinkan mama.Kemudian saya berkata lagi:

-“Tuhan tidak pernah melarang laki-laki menikah dengan seorang bekas pelacur.Yang dilarang adalah perzinahan.Hanya wanita yang menduakan Tuhan yang tidak boleh dinikahi,mama.Itu menurut kitab suci,mama.Menurut sabda Tuhan…”

-“Mama mengerti. Tapi,kenapa kamu tak mencoba mencari gadis yang lain yang lebih terhormat? Toh teman-temanmu banyak:Nunie Hendrati,Lidia,Titien,Renny,Tutty Wardhani,Etta,Yurnita,dll.Mereka gadis-gadis baik dan dari keluarga terpandang” mama menasehati.

-“Tapi,mama.Pernikahan akan terasa hambar kalau tidak dilandasi cinta.Bukankah mama dulu juga menikah berdasarkan cinta?Cinta adalah segala-galanya,mama.Cobalah mama memahami jiwa saya.Sudah cukup lama saya mengalami shock. Mama tentu ingat bahwa saya telah kehilangan Ika,Maya dan Yudha. Tiga kali saya mencintai gadis baik-baik dari keluarga terpandang, namun ketiga-tiganya dipanggil oleh Tuhan. Cobalah untuk mengerti perasaan saya,mama”. Tak ada kata menyerah untuk meyakinkan mama.

-“Sudaaah…jangan ngeyel!Pokoknya mama tidak setuju.Titik!”,mama mulai marah dengan berjalan menuju ke teras depan rumah.

PUSING! Nasib saya di tahun 1985 memang jelek.Dipecat dari PPM hanya karena persoalan sepele.Fakultas Ekonomi Unersitas Trisakti juga tidak mau menerima saya sebagai dosen.Musibah lain,mobil saya mengalami kecelakaan.Sepoeda motor Honda CB-100 dicuri orang.Terakhir,rencana pernikahan saya dengan Ita tidak disetujui mama.

Untuk menghindari tekanan batin yang datang beruntun itu, saya pergi ke Jogja,saya menggunakan waktu saya untuk bernostalgia ke salah satu kampus saya yaitu Fakultas Filsafat UGM. Saya mampir ke Fakultas Psikologi di mana almarhumah Erna Stella atau Maya,bekas pacar saya, pernah kuliah.

Seperti dulu, saya duduk di kantin.Cuma bedanya, kini saya duduk sendiri.Pandangan saya kosong.Pikiran  menyeleonong seenaknya,angan-angan saya morat-marit seperti morat-maritnya manajemen,admninistrasi dan organisasi PPM.Sudah dua botol Green Sands saya minum.

Tiba-tiba lamunan saya dibubarkan oleh datangnya sekelompok mahasiswi ke kantin.Gaduh sekali.Mereka berjumlah kira-kira 20 orang.Silih berganti mereka menyalami dan menciumi salah seorang mahasiswi yang duduknya membelakangi saya.Ucapan selamat pun saya dengar bertalu-talu,bersahut-sahutan dan tumpang tindih.

-“Selamat dong ya…Wah,asyik juga nih..mulai hari ini dapat embel-embel ‘sarjana psikologi’.Selamat Ade Rosita!” begitu ucapan-ucapan mereka yang saya dengar dengan jelas.

Dan dada saya terasa terguncang ketika saya melihat wajah mahasiswi  yang dipanggil Ade Rosita itu.Diapun terkejut.Bangkit dari tempat duduknya,dia berlari kecil menuju tempat duduk saya.Skripsi yang ada di meja jatuh tersenggol.

-“Mas,Mas Harry.Kok,ada di sini…”,hampir dia menjerit histeris.Saya sadar,mahasiswi yang saya hadapi adalah Ita.Ya,dia adalah Ita yang pertama kali saya temui di salah satu kamar di Hotel Paripurna,Jakarta.

Itapun saya sambut,saya dekap erat.Dia menangis dalam dekapan saya.Kemudian,akhirnya saya mengerti duduk persoalannya.

-“Ita,sejak dulu,sejak saya menemukan buku-buku psikologi di kamar hotelmu,saya memang sudah merasakan aneh.Saya sudah mencurigai Ita.Namun, saya baru yakin hari ini bahwa Ita sebenarnya seorang mahasiswi Fakultas Psikologi UGM yang dulu sedang mengadakan penelitian di Hotel Paripurna.Semua untuk bahan skripsi Ita.Selamat untuk Ita…”,sayapun menyalami Ita dan tak lupa kucium pipinya.

Setelah menyeka air matanya, Ita pun memperkenalkan saya kepada teman-temannya.

-“Kenalkan dong,ini Mas Harry.Calon suami Ita…!”

 

HariHarry Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

 

 

 

 

 

 

5 Tanggapan

  1. Saya baca cerita nya cumak mengisahkan seseorang yang prustasi karna kena phk. Ini bukan cerpen tapi emosi haty karna di phk. Sarjana bukan jadi pedoman,, perusahaan bukan membutuhkan sarjana tapi skil.

  2. saya juga punya cerpen sedih

  3. CERITANYA SIH BAGUS,KEREN DAN ROMANTIS

  4. Sarjana bukan sgalanya..bnyak sarjana yg jd gembel…skill number one

  5. Kurang greget …

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: