CERPEN: Buku Harian Seorang Aktivis

BOJONEGORO,1 JANUARI 1970.“Selamat Tahun Baru 1970″,ucap Rohandha sambil menyalamiku di depan kelas 12 SMA Negeri,Bojonegoro.Tak terasa,kami telah satu tahun pacaran,sejak kami masih duduk di bangku SMP Negeri 2 di kota yang sama.Setelah saya putus hubungan dengan Ika,Maya dan Yudha,dengan Roghandha inilah saya mengalami cinta dalam arti yang sesungguhnya.

Rohandha,puteri seorang dokter yang berdarah Iran dan Yunani.Ia cerdas dan menyukai organisasi seperti saya.Di SMA ini kami sama-sama aktif sebagai pengurus PPSMA (Persatuan Pelajar SMA ) atau OSIS menurut istilah sekarang.

Aneh,rasanya hubungan kami tak bisa dipisahkan,walau cuma sehari sekalipun.Barangkali ini adalah cinta pertama bagi kami berdua.Indah sekali.

“Jangan lupa,nanti sore siaran!”,kata saya suatu saat sewaktu mengantarkan Rohandha di rumahnya yang ada di Jl.Diponegoro

“Beres!”,jawabnya sambil tersenyum.Tak lupa dia mencium pipi saya seperti biasa.

Dan diapun menepati janji.Sorenya  Rohandha datang ke rumah saya untuk siaran.Rohandha adalah salah seorang penyiar Radio Amatir ARMADA-151 yang didirikan kakak saya yang gemar otak-atik alat-alat elektronika.Radio amatir tersebut terletak di sebuah pavilyun kecil di dekat sebuah taman bunga yang indah.

Salah seorang penyiar lainnya kini menjadi ilustrator majalah di ibukota,namanya Erry Amanda.

“Sore ini mungkin saya tidak bisa siaran sampai malam”,katanya.

“Kenapa”,saya ingin tahu.Sebab,biasanya Rohandha suka siaran sampai pukul 20:00 WIB.

“Saya lagi nggak enak badan,Harry”,jelasnya.Jawabnya lemah.Saya baru menyadari bahwa sore itu Rohandha memang agak pucat.

“Tak apa-apa.Nanti saya akan telepon Yunieta untuk menggantikanmu.Kamu tampaknya terlalu letih setelah sebulan lebih kamu sibuk dengan urusanmu untuk mendatangkan band “Yeah-Yeah Boys” itu”,kata saya.Saya jadi teringat,Rohandha memang sejak dua bulan ini sibuk dengan urusan PPSMA-nya untuk memeriahkan acara “Old and New Party”.

BOJONEGORO,10 JANUARI 1970.Sudah sepuluh hari ini Rohandha menderita sakit dan tidak bisa menghadiri rapat-rapat PPSMA,padahal dia termasuk salah seorang aktivis yang menduduki posisi penting,yaitu sebagai Sekretaris PPSMA.

Malam itu,Rohanda pun tidak bisa membawakan acara “Parade Call and Song” di Radio ARMADA-151.Terpaksa Vera dan Erry Amandha yang menggantikannya.

Malam itu malam Minggu,malam panjang.Kami bertiga,yaitu saya,Vera (nama samaran dari Agoes yang sekarang jadi Kepala Telkom Sumberrejo) dan Erry siaran terus sampai larut malam .

Malam itu saya hanya sempat mengirim lagu buat Rohandha.Lagu kesayangannya antara lain “Walk Away”,”Today”,”Bougenville”,dan “Vision”  serta “It’s All Over”.

Kami merasa kewalahan melayani dering telepon dari para penggemar.Boleh dikatakan gampir tiap dua menit telepon terus berbunyi.

Dan tepat pukul 21:00 WIB saya menerima telepon yang membawa kabar yang kurang menyenangkan.Semula saya tak percaya,tetapi mengingat suara telepon itu cukup saya kenal,maka sayapun mempercayainya.Papa Rohandha telah mengabarkan bahwa…

Saya langsung pingsan.Rohandha telah meninggal dunia karena penyakit leukemia!Kejadian itu merupakan pukulan batin yang hebat dalam sejarah hidup saya.Kejadian itu sangat sulit untuk dilupakan.

Akhirnya,urusan di PPSMA di mana saya menjadi Ketua Umumnya,menjadi berantakan.Konsentrasi di berbagai pelajaranpun goyah.Keorganisasian organisasi Radio ARMADA-151 pun menurun sekali.Telah terjadi pergolakan batin yang hebat dalam diri saya.

Setumpuk nasehat saya terima dari guru saya dan seonggok saran-saran dari sahabat-sahabat se-SMA.Kartu dan bunga ucapan turut berduka memenuhi ruangan Radio ARMADA-151.Ucapan-ucapan melalui telepon pun datang silih berganti.Hampir seluruh pendengar turut merasakan malapetaka itu.Percuma!Sia-sia!Semua itu tak mampu memberikan setetes kebahagiaan untuk saya

SURABAYA 1971.Akhirnya saya mengambil keputusan untuk pindah sekolah ke Surabaya.Di kota ini saya diterima di SMA Negeri 4,Jl.Darmahusada.Tetapi,karena di SMA ini ada siswi yang wajahnya mirip Rohandha,akhirnya saya pindah lagi ke SMA Negeri 6,Jl.Pemuda ,dekat gedung bioskop Mitra.

Di SMAN 6 ini saya juga jadi aktivis lagi.Cuma bedanya saya tidak aktif di OSIS,melainkan mengelola buletin Elka atau Lingkaran Kreasi.Saya aktif membuat cerpen,vignet,puisi,kritik sosial,menggambar,artikel-artikel ilmiah pop,dll.

Selesai ujian kuartal,SMAN 6 mengadakan wisata ke Bali.Saya merupakan salah satu panitianya.Di salah satu pantai di Bali,saya tak sengaja berkenalan dengan salah seorang siswi SMAN 5 Surabaya yang kebetulan juga sedang mengadakan wisata ke Bali.

Gadis itu saya kenal bernama Ika Asokawati Putri Pertiwi.Ika saya kenal pada Minggu,4 Juli 1971.Gadis yang ramah,pemalu,tetapi juga genit.

Hubungan saya dengan Ika berlangsung hingga tahun 1973.Pada tahun ini saya sudah menyandang predikat mahasiswa di Fakultas Ekonomi,Universitas Trisakti,Jakarta.

Pada liburan semester,beberapa mahasiswa Universitas Trisakti antara lain Rini,Shanty Mintaredja,Doddy,dll.mengadakan piknik ke Bali.Mereka semua adalah sahabat baik saya.

Ika Asokawati pun ikut bergabung ke Bali sewaktu rombongan kami melewati kota Surabaya kota di mana Ika bertempat tinggal.

Apa yang terjadi di Bali pada 13 Juli 1973? Ternyata saya mengalami musibnah untuk yang kedua kalinya.Ika meninggal atau hilang karena tenggelam di Pantai Kuta bagian selatan.

YOGYA,1974-1975.Setelah musibah di Bali itu,saya sering rekreasi ke Jogjakarta.Di sini saya tak sengaja berkenalan dengan Erna Stella  yang punya nama asli Erna Purnamasari.

Ah,musibah terjadi lagi.Erna Stella mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya.Hubungan kami yang terjalin satu tahun tak ada artinya.Darah waktu itu memercik di Jl.Malioboro di depan restoran Hellen.Kejadiannya masih saya catat,yaitu 11 Maret 1975.

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: