CERPEN: Satpam Ngesot

MALAM Jumat itu di Apartemen Dahlia memang ada yang akan merayakan ulang tahun. namanya Zaskia Metasari. Masih muda. Baru 16 tahun. Dia mengundang teman-teman sekolahnya SMA Pribadi Luhur, Bandung.

Malam itu di apartemennya memang belum ada yang datang. Maklum, baru pukul 19:00 WIB. Sedangkan undangannya pukul 20:00 WIB dan direncanakan semalam suntuk. Zaskia cuma dibantu Merry, Dini dan seorang pembantu. Merry dan Dini juga teman se-SMAnya tetapi lain kelas. Semua temannya duduk di kelas yang sama, yaitu kelas tiga.

“Apa acaranya nanti malam, Zas?” Merry ingin tahu sambil terus menyiapkan makanan bersama Dini.

“Ah, biasa saja. Paling menyanyi bersama dan tiup lilin kue tart,” sahut Zaskia sambil menyiapkan kue tartnya di meja yang telah disediakan.

“Bikin acara yang menarik dong!” usul Dini sambil memasang balon-balon warna-warni di tempat-tempat yang telah disediakan. Pita-pita warna-warni juga sudah berseliweran di kamar itu menghiasi indahnya malam itu.

“Apa, dong?” Zaskia ingin tahu sambil sesekali menyemprotkan pengharum ruangan berbentuk spray.

“Hmmm, apa ya?” Merrypun bertanya pada dirinya sendiri.

Tak lama kemudian Merry bisik-bisik ke telinga Zaskia.

“bagaimana? Setuju?” Merry menunggu jawaban.

“Apa sih? Pakai bisik-bisik segala? Kasih tahu,dong!” protes Dini/

Akhirtnya Merrypun menceritakan idenya. Rencananya, akan menakut-nakuti Si Bawel. Si bawel adalah teman se-SMA yang memang benar-benar bawel di sekolah. Merry punya gagasan untuk menakut-nakuti Si Bawel apabila Si Bawel yang punya nama asli Dewi Purnamasari memasuki apartemen Zaskia.

“Oke!Oke!Oke! Setuju” serentak Zaskia dan Dini menyetujui gagasan Merry. Yaitu, salah satu di antara mereka nanti ada yang menyamar jadi hantu pocong yang keluar dari dapur saat  semua teman-teman, termasuk Si Bawel sudah datang. Dan dalam hal ini, Merry dan Dini bersedia menjadi hanto pocongnya. Atas dasar itu zaskiapun menyiapkan dua lembar seprai putih dan dua gulung tali rafia.

Tepat pukul 20:00 WIB, teman-temannyapun mulai berdatangan satu persatu, termasuk Dadang Permana, pacar Zaskia yang jago karate itu. Satu persatu mereka memberi ucapan selamat atau bercipika-cipiki dengan Zaskia. Cukup merah acara malam itu. Apalagi saat itu mereka dalam situasi libur semester.

Yang datang dibatasi maksimal 50 orang saja, terutama teman-teman yang dianggap paling dekat dengan Zaskia yang ternyata rata-rata dari golongan keluarga kaya di Bandung. Jadi, tak heran kalau mereka yang datang berpakaian mewah.

Satu persatu teman-temannya menyumbangkan acara. Di awali berkaraokean, terus baca puisi, menyanyi bersama diiringi gitar akustik , tebak cermat atau teka-teki, berbalas pantun dan berbagai acara lainnya yang cukup memeriahkan suasana.

Tanpa terasa, waktu telah menunjukkan pukul 23:00 WIB, namun belum satupun teman Zaskia yang pulang. Bahkan di tengah malam itu, masih ada juga teman-temannya yang datang. Maklum mereka tahu, acara akan dilakukan sampai dini hari.

Sedang asyik-asyiknya mereka tertawa, bersendau gurau bahkan ada juga yang asyik berpacaran, tiba-tiba listrik atau lampu di apartemen Zaskia padam. Tentu, ini skenario dari Zaskia, Merry dan Dini.

“Wah! Gelap,nih…! Belum bayar listrik,ya…?” begitu komen teman-teman Zaskia.

“Aduh, maaf,deh. Nggak pernah ada kejadian seperti ini. Sabar,ya? Paling cuma sebentar…” Zaskia pura-pura membujuk teman-temannya.

Untunglah, lilin di kue tart masih menyala dan hanya sedikit kue tart saja yang dipotong. Sinar lilin dari kue tart menyebabkan suasana di apartemen seperti senja temaram.

Nah, saat itulah muncul dua pocong dari dapur.

“Hantu…!Hantu…!Hantu…” serentak teman-teman Zaskia yang penakut, terutama Si Bawel, beryeriak histeris. Merekapun berhamburan lari mencari pintu keluar apartemen. Ada yang menabrak, kursi, meja dan menabrak apa saja. Bayngkan, sekitar 50 teman Zaskia serentak lari ke luar melalui pintu apartemen. Hanya pacar Zaskia saja yang tetap tinggal di dalam apartemen, sebab sudah mengetahui skenario itu.

Ketika dua hantu pocong itu hampir mendekati pintu keluar apartemen, tiba-tiba masuk seorang satpam dengan menyalakan senternya ke arah dua hantu pocong itu.

“Jangan bikin ribut,ya?” teriaknya sambil terus memukul Merry dan Dini. Kemudian menendang sekuat tenaga terhadap Merry dan Dini. Tentgu, Merry dan Dini menjerit kesakitan.

Melihat penyiksaan itu, Dadang Permana, pacar Zaskia, yang juga jago karate itupun segera membela Merry dan Dini. Akibatnya, terjadi perkelahian seru antara satpam dan Dadang. Melihat ada ribut-ribut di dalam, teman-teman Zaskia yang cowokpun segera membantu Dadang. Satpam itupun dikeroyok dan dihajar habis-habisan oleh puluhan teman-teman Zaskia. Saat itu, Zskiapun menyalakan lampu.

Terlihat, satpam itu terkapar di lantai. Dari kepala keluar darah segar. Entah siap yang memukul. Acara pesta itupun berubah menjadi tragedi. Apalagi, sesudah dicek denyut nadinya, ternyata satpam itu telah tewas. Kaki kirinyapun terus keluar darah seperti terkena tusukan pisau. Entah siapa pelakunya.

Dalam hitungan menit, apartemenpun gempar. Lima orang petugas polisi yang punya pos di dkat apartemenpun segera datang ke apartemen. Saat polisi datang, semua teman zaskia sudah kabur. Pertama, kabur sejak ada hantu pocong buatan. Kedua, kabur karena tak mau jadi saksi atas peristiwa itu. Ketiga, kabur karena memang ingin segera pulang karena sudah mengantuk.

Di apartemen malam itu hanya ada Zaskia, Merry, Dini dan Dadang. Sesudah satpam yang tewas itu diperiksa polisi dan digambar posisinya di lantai, maka segera dibawa ke rumah sakit untuk mengetahui kepastian tewasnya satpam itu.

Akhirnya, semalam suntuk, hingga dini hari, beberapa petugas polisi meminta keterangan Zaskia, Merry, Dini dan Dadang.

Beberapa bulan kemudian, sesudah melalui beberapa persidangan, akhirnya Zaskia, Merry, Dini dan Dadang terpaksa harus dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan dengan jumlah lama hukuman yang berbeda sesuai dengan berat ringannya kesalahan.

Sedangkan pelaku pemukulan kepala dan penusukan kaki kiri satpam, sampai berbulan-bulan tidak terungkap.

Peristiwa itu terjadi tahun 2004. Apartemen itu memang jarang ditempati. Maklum, kedua orang tua Zaskia sehari-hari tinggal di Jl.Dago, Bandung. Aapartemen ditempati hanya sewaktu-waktu saja.

Namun, tiga bulan sesudah kejadian itu, penghuni apartemen tetangga Zaskia, sering ketakutan karena sering melihat ada satpam ngesot. Bahkan mereka sering menemuinya di dalam lift, tetapi hanya sebentar kemudian satpam ngesot itu menghilang. Sejak saat itu, apartemen milik orang tua Zaskia diiklankan untuk dijual, tetapi tidak laku. Sebab masyarakat Bandung sudah tahu peristiwa satpam ngesot itu. Bahkan, sudah berkali-kali prang tua Zaskia memanggil paranormal, namun apartemen itu masih sering ada penampakan satpam ngesot.

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: