PUISI: Beda Puisi dan Sok Puisi


SAYA punya teman. Kalau soal lukisan, memang dia jagonya. Apa alirannya, tidak jelas. Tapi soal puisi, jelas bukan puisi dalam arti sesungguhnya. Hanya kumpulan katayang tak jelas maknanya. Hanya menonjolkan indahnya kata tanpa arti. Jelas, teman saya tak besa membedakan mana yang pusi dan mana yang sok puisi.

Beda puisi dan sok puisi.

Puisi
-Menggunakan kata-kata dan kalimat-kalimat biasa yang mudah dipahami.
-Tata bahasanya benar.
-Istilah yang digunakan benar.

-Menggunakan kata atau kalimat yang mudah dipahami
-Tiap kata dan kalimat ada arti atau maknanya
-Tiap kata dan kalimat tak pernah menyimpang dari judul

Contoh

“Negeri Para Begundal”

Kita ini hidup di negeri begundal
Pejabatnya sibuk mengurusi politik sundal
Rebutan jabatan dan berlomba hidup royal
Dengan cara main suap atau saling jegal

Kita ini hidup di negeri sundal
Pemilu berantakan dikatakan normal
Rakyat dibohongi lembaga survei yang tak bermoral
Karena dibayar oleh politikus bermoral kadal

Kita ini hidup di negeri abnormal
Orang salah dapat jabatan orang benar terpental
Mau jadi polisi,mau jadi PNS,mau jadi TNI, rumah dan tanah terjual
Karena oknum pejabatnya sudah rusak mental

Kita ini hidup di negeri terpental
Rakyat dibohongi angka-angka statistik yang tak masuk akal
Padahal utang bangsa kita sudah sangat fatal
Pemilu banyak menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang begundal

Oleh: Hariyanto Imadha

Sok puisi

-Menggunakan kata atau kalimat berbunga-bunga
-Menggunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sulit dipahami.
-Tata bahasanya sering keliru.
-Istilah yang digunakan kadang keliru.
-Tiap kata dan kalimat kurang atau tidak ada arti atau maknanya
-Tiap kata dan kalimat terkadang menyimpang dari judul.
-ATidak ada pesan yang disampaikan

Contoh

“Pelangi Sendu Beratap Gulana”

ketika sepi menyendiri menepi tanpa kisi-kisi
sembilu merah mengalir darah
terlunta kata dan cinta
terpana masa lama yang sirna
entah kapan buaian itu berhenti
tanpa kinanti mengguncang harap
tertata rindu kecup di birunya langit

kelam,kelam dan kelam
terantuk tergaruk dan luka lecet di jari kelingking
menggapai rindu tepian laut
ketika debur ombak berhenti bernafas
bertebar galau merebak jiwa

o,sendunya,sendunya
tak terkatakan kemana cinta berlari
dari ujung makam hingga rel kereta api
hanya noda cinta memagut harap
nan jauh dari kilau fatamorgana

Oleh: Gatoloco Dot Com

Nah, semoga Anda bisa membedakan mana yang “puisi” dan mana yang “sok puisi”

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha
Facebooker/Blogger

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: