CERPEN: Selasa Pagi di Taman Fakultas Sastra

DULU, setiap pagi saya kuliah di faskultas Sastra UI Rawamangun, siang di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, sore di Akademi Bahasa Asing “Jakarta” dan malam di Fakultas Hukum (extension) UI.

Tiap Selasa pagi ada jam kosong yang belum ada dosennya dan saya manfaatkan untuk santai. Duduk-duduk di taman sastra sambil minum es campur yang enak sekali rasanya. Tentu dengan teman-teman kuliah. Paling sering dengan Vincentia.

Kata-teman-teman, Vincentia cantik dan cocok jadi pacar saya. Tapi saya cuma tertawa saja. Pikiran saya tidak sejauh itu. Kalau kemana-kemana saya sering berdua dengan Vincentia, semata-mata Vincentia enak diajak bicara dan diskusi. Kalau diajak berbicara selalu nyambung.

Memang sih, saya akui Vincentia cantik, putih dan cerdas. Kabarnya sih dia masih keturunan Cina tetapi sangat “njawani” (seperti orang Jawa asli). Benar atau tidak saya tidak pernah menanyakannya. Masa bodoh sajalah.

Seperti biasanya, Selasa pagi itupun saya asyik berdua dengan Vincentia di taman sastra sambil minum es campur yang enak sekali. Walaupun masih pagi tetapi udara Jakarta cukup panas dan gerah.

-“Nggak pulang ke Yogya?”. Saya tanya ke Vincentia yang asli dari Yogya.

Dia cuma menggeleng.

Di Jakarta Vincentia kos di kawasan Rawamangun dekat terminal. Saya juga sering ke tempat kosnya.

Tak lama kemudian teman-teman lainnya berdatangan, antara lain Rita, Maskan dan lain-lain. Maka suasanapun menjadi semakin ceria. Memang, masa-masa kuliah adalah masa yang paling menyenangkan dan tidak mungkin dilupakan.

Selasa pagi yang lain. Seperti biasa, saya dan Vincentia kembali bertemu dan ngobrol-ngobrol di Taman Sastra.

-“Kabarnya  Tia akan menikah,ya?”. Saya tanya ke Vincentia.

Dia terkejut.

-“Ah! Siapa yang bilang? Nggak benar itu.Fitnah!”

Lantas katanya lagi.

-“Memangnya siapa yang bilang begitu?”

-“Nggak ada. Cuma semalam saya bermimpi seperti itu.

 

Vincentia tertawa. Katanya, Cuma mimpi saja kok dipercaya.

Kalau sudah bercanda begitu, teman-teman pasti mengira saya berpacaran. Padahal sih saya menganggap Vincentia sahabat yang baik. Sama baiknya kalau saya bersahabat dengan mahasiswi-mahasiswi Fakultas sastra UI lainnya. Di kampus ini memang 90 persen terdiri dari mahasiswi. Jadi, jangan heran kalau sebenarnya saya tidak Cuma akrab dengan Vincentia, tetapi juga dengan Mella, Grace, Lidya, Yannie, Sonia atau lainnya. Bahkan kalau di perpustakaan saya justru sering berdua dengan Sonia yang berasal dari jurusan lain.

Taman sastra UI Rawamangun memang indah sekali. Rumputnya hijau rata, pohon-pohonnya rindang dan bunga-bunganya mekar dengan cantik sekali. Taman itu juga dilengkapi dengan bangku-bangku yang nyaman. Di kampus saya yang lain, yaitu di kampus ABA Jakarta, FE Universitas Trisakti ataupun di FHUI, tidak ada tamannya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Entah sudah berapa ratus kali saya dan Vincentia duduk berdua di taman Sastra. Atau berdua ke perpustakaan British Council, perpustakaa LIP Jl. Gatot Soebroto, dll. Tanpa terasa, masa pendidikan telah berakhir.

Pada Selasa pagi terakhir, saya dan Vincentia untuk terakhirnya duduk berdua di taman Sastra.

Saat itulah Vincentia berkata kepada saya.

-“Harry. Jujur saja. Sejak semester pertama sebenarnya saya suka sama Harry. Cuma masalahnya, saya sebagai seorang wanita tidak mungkin mengatakan terlebih dulu. Kamu tentu sudah tahu perasaan saya. Mbak Rita tentu sudah mengatakannya kepadamu. Tapi rasa-rasanya, bertahun-tahun tak ada kejelasan sikap darimu Harry. Jadi, saya cuma bisa memberikan ini……”

Vincentia memberikan sebuah amplop indah. Isinya, undangan pernikahan.

-“O,ya. Terima kasih. Saya pasti akan datang..” kata saya.

Itu adalah Selasa terakhir. Pada hari pernikahannya di Yogyapun saya datang.

Ya, itulah akhir dari sebuah pertemanan. Sahabat baikku telah menikah dan sayapun tidak perlu merasa patah hati. Sejak awal semester pertama memang saya menganggap Vincentia sebagai sahabat yang baik. Tidak lebih dari itu.

 

Hariyanto Imadha
Penulis cerpen
Sejak 1973

Semua komentar otomatis akan dihapus

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: