BUDAYA : Banyak Umat Islam Indonesia Tidak Bisa Membedakan Budaya Arab Dan Budaya Islam

Gambar

TERNYATA dan terbukti bahwa banyak umat Islam di Indonesia yang tidak tahu dan tidak faham bedanya budaya Arab dengan budaya Islam. Sehingga apapun yang berasal dari Arab dianggap sebagai budaya Islam. Padahal, budaya Arab dan budaya Islam itu berbeda. Sebagian umat Islam di Indonesia banyak yang memanggil suaminya dengan sebutan “Abi”, karena mereka mengira itu budaya Islam. Padahal itu budaya Arab. Mungkin ada baiknya umat Islam menganut budaya Islam tetapi tetap berbudaya Indonesia. Jadi, memanggil suami tetap “ayah” atau “bapak”. Bukan “abi” atau “papa”. Saatnya Anda sebagai umat Islam tidak mencampuradukkan pengertian budaya Arab dengan budaya Islam.

Apakah budaya itu?

Secara bahasa, kata kebudayaan berasal dari kata budaya. Budaya berasal dari bahasa Sansekerta budhayah. Jika diurai kata ini berasal dari kata budi atau akal, kemudian diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan budi atau akal manusia (http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya, Senin 14 Maret 2011).

Banyak definisi tentang budaya. Namun pada intinya,semua definisi budaya tak pernah meninggalkan titik berat  faktor “budi” atau “akal”. Namun perlu juga bahwa akal juga terkait dengan perasaan, imajinasi , kepercayaan, keyakinan dan perbuatan nyata seseorang atau sekelompok orang yang bersifat abnstrak maupun konkrit.

Apakah budaya Arab

Kebudayaan Arab adalah semua hasil akal, perasaan, imajinasi yang dituangkan dalam bentuk nyata. Antara lain musik, kerajinan, cara berpakaian, cara makan, bentuk rumah, kebiasaan, adat istiadat, bahasa, istilah, kesenian, bentuk masjid dan lain-lain yang merupakan karya manusia Arab.

Apakah Islam itu?

Islam adalah agama yang berdasarkan wahyu. Agama yang diturunkan oleh Allah SWT ke Nabi Muhammad SAW. Ajaran Islam dituangkan dalam bentuk Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam atau muslim dan muslimah.

Apakah budaya Islam itu?

Sesuai dengan definisi budaya, maka budaya juga bisa berarti hasil daripada sebuah kepercayaan dan keyakinan. Artinya, budaya Islam adalah budaya yang bersumber dari kepercayaan dan keyakinan agama, yaitu sebuah budaya yang bersumber dari kitab suci Al Qur’an. Misalnya, cara berpakaian, cara shalat, cara makan, cara mencari rejeki dan semua cara yang berhubungan dengan semua faktor kehidupan maupun sesudah kehidupan berakhir. Namun jangan diartikan bahwa Al Quran itu budaya. Bukan itu. Tetapi, berangkat dati Al Quran, maka manusia menciptakan budaya. Menciptakan kebiasaan.Menciptakan tradisi. Misalnya, tidak memakan daging babi. Jadi, kebudayaan yang dibawa Muhammad sebagai nabi  adalah budaya Islam. Tetapi budaya Muhammad sebagai orang Arab, bukanlah budaya Islam.

Islam tidak identik dengan Arab

Tidak  semua bangsa Arab pasti beragama Islam, banyak pula anggota masyarakat yang berasal dari bangsa Arab namun tidak beragama Islam. Oleh karena itu Islam tidak identik dengan Arab dan Arab tidak identik dengan Islam. Islam adalah Islam dan Arab adalah Arab.

Apakah budaya Indonesia?

Budaya Indonesia adalah semua hasil karya orang Indonesia yang bersifat asli, turun temurun dan merupakan ciri khas Indonesia, termasuk bidang kesenian, kreativitas, inovasi maupun invensi.

Beragama Islam tapi berbudaya Arab

Yang terjadi di Indonesia adalah, banyak umat Islam yang beragama Islam tetapi berbudaya Arab. Misalnya, memanggil suaminya dengan kata “abi”. Berpakaian mirip pakaian orang-orang Arab di mana Nabi Muhammad sebagai seorang nabi tidak pernah mengenakan pakaian seperti itu. Juga, banyak umat Islam yang lebih pandai menulis dan membaca huruf Arab daripada menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Memangun rumah mirip rumah-rumah yang ada di negara Arab. Ikut-ikutan menanam pohon korma. Ikut-ikutan memelihara onta. Membuat masakan sama dengan makanan yang ada di Arab. Pokoknya, apa yang dikerjakan orab dianggap budaya Islam. Padahal itu budaya Arab.

Jadilah orang Islam yang berbudaya Indonesia

Oleh karena itu, jadilah umat Islam yang cerdas. Yaitu umat Islam yang lebih menghargai budaya Indonesia daripada budaya Arab. Lebih menghargai kebiasaan dan tradisi Indonesia daripada menghargai kebiasaan dan tradisi orang Arab. Kebih menghargai kesenian Indonesia daripada kesenian Arab. Lebih menyukai musik dan lagu-lagu Indonesia daripada menyukai musik dan lagu-lagu orang Arab. Jika itu Anda lakukan, maka Anda adalah umat Islam yang cerdas. Sebaliknya, Anda bukan umat Islam yang cerdas.

Semoga bermanfaat.

Hariyanto Imadha

Penulis Kritik Pencerahan

Sejak 1973

%d blogger menyukai ini: